Replit menjadikan ChatGPT sebagai model bawaan, Anthropic tergeser
CEO Replit Amjad Masad mengatakan di panggung TechCrunch Disrupt bahwa perusahaannya tidak lagi bekerja sama dengan Anthropic dan menjadikan ChatGPT sebagai model bawaan. Ia menyebut biaya, performa, dan kekuatan kemitraan sebagai alasan, dengan klaim bahwa model OpenAI lebih baik pada benchmark internal mereka untuk membangun aplikasi dari nol. Setelah sesi itu Masad menjelaskan bahwa model Anthropic masih bisa dipilih pengguna, tetapi bukan lagi jalur utama.
Replit, platform koding AI yang banyak dipakai pendiri startup, mengubah model bawaannya dari Claude ke ChatGPT. Pengumuman itu disampaikan CEO dan salah satu pendiri Replit, Amjad Masad, di panggung TechCrunch Disrupt pada Kamis dan dilaporkan TechCrunch pada 16-17 Oktober 2026. Sebelumnya Replit adalah salah satu dari lima pelanggan terbesar Anthropic, sehingga perubahan ini memindahkan volume permintaan yang sangat besar ke sisi OpenAI.
Alasan yang disebut Masad berlapis. Ia menyatakan biaya sebagai salah satu pertimbangan, lalu menambahkan bahwa model OpenAI lebih baik menurut pengukuran mereka. Kutipan langsungnya: saya rasa ChatGPT sekarang lebih baik. Ia menyebut Replit memakai benchmark internal dan juga menerbitkan benchmark publik, dan pada pekerjaan membangun aplikasi dari nol, model Sol dan Astra konsisten lebih unggul. Keputusannya, kata dia, diambil berdasarkan biaya, kemitraan, dan performa sekaligus.
Namun gambaran resminya lebih berhati-hati. Setelah sesi panggung, Masad menjelaskan bahwa pelanggan masih bisa memakai model Anthropic di platform, hanya saja ChatGPT kini menjadi bawaan. Karena sebagian besar pengguna cenderung memakai setelan bawaan alih-alih memilih model sendiri, efek ekonominya tetap besar: belanja inference Replit ke Anthropic berpotensi turun tajam meski aksesnya tidak ditutup. Kepada TechCrunch ia menegaskan Replit tetap netral terhadap model dan menyebut OpenAI sebagai mitra utama untuk menggerakkan Replit Agent.
Tidak semua pihak sepakat dengan versi itu. TechCrunch menulis bahwa orang dalam yang mengetahui kemitraan tersebut membantah klaim bahwa kerja sama sudah berakhir, dan menyebut kemitraan masih berjalan. Bukti di situs, blog, dan media sosial Replit juga menunjukkan produk Anthropic dipromosikan hingga beberapa pekan sebelumnya, termasuk penyebutan model Claude Fable 5 dan Fable 5.1 di lingkungan produksi Replit Agent pada akhir September. Perbedaan versi ini wajar dalam transisi komersial, tetapi menyisakan ketidakpastian soal cakupan kerja sama yang tersisa.
Bagi pasar, kejadian ini menegaskan bahwa persaingan model frontier kini diukur pada satu metrik yang keras: biaya per aplikasi yang berhasil dibuat, bukan peringkat benchmark umum. Masad juga menyebut ekspektasi bahwa lebih dari separuh pendapatan Replit akan datang dari pelanggan enterprise dan pemerintah pada 2027, segmen yang paling sensitif terhadap harga dan kepatuhan. Untuk tim yang membangun produk di atas API, pelajarannya: jangan mengunci diri pada satu penyedia, simpan lapisan abstraksi yang memungkinkan penggantian model dalam hitungan hari, dan uji ulang benchmark internal setiap kali harga atau versi berubah.
Sumber asli
TechCrunch, 16-17 Oktober 2026techcrunch.comFakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan