Fundamentum kumpulkan 3.000 crore rupee untuk dana AI dan deeptech, batas atas naik ke 3.500 crore
Fundamentum Frontier Advisors mengumpulkan komitmen 3.000 crore rupee untuk dana tahap pertumbuhan yang menyasar AI dan teknologi dalam, lalu menaikkan batas atas dana menjadi 3.500 crore rupee karena permintaan melebihi target. Nandan Nilekani menjadi investor jangkar dan mengambil alokasi terbesar yang disediakan untuk keluarga trust. Rencananya 12 sampai 15 perusahaan dibiayai dalam dua sampai tiga tahun dengan cek 100 sampai 200 crore rupee.
Fundamentum Frontier Advisors (F2A) mengumpulkan komitmen atau subscription sebesar 3.000 crore rupee untuk dana tahap pertumbuhan yang menyasar AI dan teknologi dalam, lalu menaikkan batas atas dana menjadi 3.500 crore rupee karena permintaan kuat. General Partner F2A, Ashish Kumar, mengatakan kepada PTI bahwa investor dalam dan luar negeri masuk dengan rasio 70:30 melalui dua kendaraan yang teregulasi, dan total permintaan saat ini melebihi 3.500 crore rupee. Laporan The Hindu BusinessLine ini terbit 13 Oktober 2026 dan diperbarui 16 Oktober 2026.
Nandan Nilekani, yang disebut sebagai investor jangkar sekaligus mentor, mengambil alokasi terbesar yang disediakan untuk keluarga trust, meski nilainya tidak disebutkan. Dana dari luar negeri sebagian besar berasal dari institusi, sementara investor India terdiri atas institusi, korporasi, dan family office. F2A menyebut dananya sebagai dana AI dan deeptech tahap pertumbuhan terbesar di India, klaim yang belum bisa diverifikasi secara independen.
Rencana penempatannya cukup spesifik. F2A berniat menaruh dana di 12 sampai 15 perusahaan dalam dua sampai tiga tahun ke depan, dengan cek 100 sampai 200 crore rupee per perusahaan, dan sedang dalam tahap akhir menutup tiga investasi pada kuartal berikutnya: dua di infrastruktur teknologi dalam dan satu di AI untuk perusahaan. Alokasinya dibagi 40 persen untuk infrastruktur deeptech, 40 persen konsumen digital, dan 20 persen perangkat lunak perusahaan, dengan target minimal separuh dana ke perusahaan yang memiliki kekayaan intelektual teknologi dalam.
Ada satu syarat yang membedakan dana ini: F2A hanya akan menanam di perusahaan yang berdomisili hukum di India, walau tetap terbuka pada pendiri India yang membangun di luar negeri dan bersedia kembali. Fokus sektornya menyapu rantai nilai AI, mulai dari semikonduktor, rantai pasok komputasi AI, robotika, pertahanan, sampai material canggih, dan Kumar menegaskan pihaknya menghindari perusahaan yang tidak berniat menguasai sebagian rantai pasok. Bagi pembaca di Asia Tenggara, artinya modal tahap pertumbuhan untuk AI makin terkonsentrasi di pasar besar dengan strategi industri yang jelas, dan perusahaan Indonesia yang ingin bersaing di lapisan infrastruktur perlu punya jawaban soal kepemilikan teknologi, bukan hanya soal adopsi.
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan