Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Keamanan & Regulasi

Claude pecahkan misteri 25 tahun benih kurva NIST, bitcoin tidak terpengaruh

Model riset internal Anthropic melacak asal lima benih kurva eliptik NIST yang dipasok NSA pada akhir 1990-an ke pembangkit bilangan acak lrand48 dengan masukan stempel waktu 1997 dan 1998. Prosesnya kurang dari 30 menit, sementara kriptografer mengejar jawaban itu sekitar 25 tahun. Temuan ini membuat dugaan backdoor tersembunyi jauh lebih kecil, tetapi tidak mengubah keamanan bitcoin karena jaringan itu memakai kurva secp256k1.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Keamanan & Regulasi: Claude pecahkan misteri 25 tahun benih kurva NIST, bitcoin tidak terpengaruh
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

CoinDesk melaporkan pada 17 Oktober 2026 bahwa sebuah model riset internal Anthropic memecahkan salah satu teka-teki tertua dalam kriptografi. Persoalannya bukan membobol kunci pribadi siapa pun, melainkan menjelaskan asal-usul angka yang menjadi benih bagi lima kurva eliptik standar NIST: P-192, P-224, P-256, P-384, dan P-521. Angka-angka itu diserahkan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat pada akhir 1990-an dan dipakai dalam standar tanda tangan digital sejak 2000.

Selama seperempat abad, kriptografer tidak bisa memastikan bagaimana angka itu dipilih. Karena parameter kurva menentukan keamanan, muncul dugaan bahwa pemasoknya memilih benih tertentu setelah menyaring banyak kandidat sampai menemukan kelemahan yang hanya bisa dieksploitasi pihak tertentu. Dugaan itu menguat setelah pengungkapan Snowden soal upaya badan intelijen melemahkan standar kriptografi, dan sebuah sayembara pernah dibuka untuk memecahkan asal benih tersebut.

Menurut laporan itu, seorang pegawai Anthropic meminta model riset internal menyelidiki persoalan ini tanpa diberi teori lama bahwa benih berasal dari frasa lelucon. Dalam waktu kurang dari setengah jam, model tersebut melacak kelima benih ke lrand48, pembangkit bilangan acak semu pada pustaka C lama, yang diinisialisasi dengan stempel waktu Unix dari 1997 dan 1998. Untuk P-256, model mereproduksi urutan keluaran dan menemukan kecocokan persis dengan benih yang dipublikasikan pada kandidat ke-1.842.

Anthropic menyimpulkan temuan ini membuat kemungkinan kelemahan yang sengaja ditanam jauh lebih kecil, karena siapa pun kini dapat menjalankan program yang sama dan memperoleh angka yang identik. Meski begitu, sejumlah pertanyaan tetap terbuka: mengapa program melewati kandidat yang sebenarnya layak, dan bagaimana komponen lain dari kurva dipilih. Pengguna kurva NIST tidak diminta melakukan tindakan apa pun.

Bagi pemegang aset kripto, bagian pentingnya adalah batas dampak. Bitcoin memakai secp256k1, kurva yang lebih sederhana dengan ruang gerak kecil untuk menyembunyikan kelemahan, sehingga temuan ini tidak menyentuh keamanan tanda tangan bitcoin. CoinDesk juga menegaskan bahwa ancaman kuantum bagi bitcoin adalah persoalan terpisah yang belum berubah. Laporan tambahan menyebut insinyur kriptografi Filippo Valsorda ikut mengonfirmasi temuan ini secara independen, dan nilai hadiah yang dikaitkan dengan penyelesaian teka-teki itu disebut sekitar 36.864 dolar AS.

Sumber asli

CoinDesk, 17 Oktober 2026coindesk.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga