OpenAI akan menandai air teks ChatGPT di Uni Eropa mengikuti AI Act
OpenAI akan mulai menyematkan tanda air tak terlihat pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex bagi pengguna di Uni Eropa, menyusul kewajiban Pasal 50 ayat 2 AI Act Uni Eropa bahwa konten buatan AI harus ditandai dalam format yang bisa dibaca mesin. OpenAI termasuk penandatangan kode perilaku konten AI Uni Eropa bersama Google, Anthropic, Meta, Microsoft, dan Mistral. Pengujian yang dikutip The Hindu menunjukkan tanda air itu melemah tajam setelah teks mengalami penyuntingan.
OpenAI akan mulai menambahkan tanda air tak terlihat pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex untuk pengguna di Uni Eropa. Langkah ini mengikuti kewajiban dalam Pasal 50 ayat 2 AI Act Uni Eropa, yang mengharuskan penyedia sistem AI generatif memastikan konten yang dihasilkan atau dimanipulasi diberi tanda dalam format yang bisa dibaca mesin dan bisa dikenali sebagai buatan atau hasil manipulasi AI. OpenAI disebut sebagai salah satu penandatangan kode perilaku konten AI Uni Eropa, bersama Google, Anthropic, Meta, Microsoft, dan Mistral, sehingga langkah ini juga berfungsi sebagai pemenuhan komitmen publik perusahaan.
Tanda air pada teks berbeda dari tanda air pada gambar atau video yang biasa kita kenal. Pada gambar, tanda biasanya berupa pola yang disisipkan ke piksel dan bisa dilihat dengan alat pendeteksi. Pada teks, penandaan umumnya bekerja dengan menyisipkan pola statistik halus pada pilihan kata atau distribusi token sehingga bisa dideteksi perangkat lunak tertentu tanpa mengubah makna. Karena bergantung pada pola statistik, tanda air teks justru paling rapuh: penerjemahan, pemformatan ulang, atau penyuntingan manusia biasanya menghapus jejaknya.
Kelemahan itu bukan spekulasi. Laporan The Hindu menyebut pengujian menunjukkan tanda air tersebut bisa melemah tajam setelah teks disunting, tepat pada tahap yang paling sering dilalui dokumen di dunia kerja nyata. Artinya penandaan ini lebih tepat dibaca sebagai lapis kepatuhan dan alat bantu deteksi, bukan jaminan bahwa setiap teks AI bisa dilacak asal-usulnya. Bagi pengawas, nilai utamanya adalah preseden: untuk pertama kali, salah satu penyedia model terbesar menerapkan penandaan konten secara operasional di satu wilayah hukum.
Dampaknya bagi tim produk terasa di dua tempat. Pertama, alur kerja yang memindahkan keluaran ChatGPT ke dokumen resmi, terjemahan, atau artikel yang diterbitkan harus diuji ulang agar tanda air tidak ikut terbawa ke materi yang tidak seharusnya ditandai, dan sebaliknya agar penyuntingan tidak membuat penandaan jadi tidak konsisten. Kedua, tuntutan serupa kemungkinan menyebar ke pasar lain, termasuk Asia Tenggara, karena kerangka AI Act Uni Eropa sering menjadi acuan penyusun regulasi di kawasan. Untuk pemilik produk yang menyajikan konten kepada publik, kemampuan menjelaskan mana bagian yang ditulis manusia dan mana yang dibantu mesin akan menjadi pertanyaan standar, bukan pertanyaan langka.
Sumber asli
The Hindu, 17 Oktober 2026thehindu.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan