Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Rilis Model

Gemini 4 Carbon: checkpoint internal Google diklaim setara Opus 5.5 untuk coding

The Decoder pada 10 Oktober 2026 mengutip Business Insider yang melihat dokumen, tangkapan layar, dan obrolan internal Google tentang checkpoint Gemini 4 bernama Carbon di platform coding internal Jetski. Satu karyawan menyebut Carbon terasa seperti Claude Opus 5.5 untuk coding, dengan catatan masih perlu diuji lebih jauh. Google belum mengonfirmasi keberadaan maupun jadwal rilis Carbon, dan tidak ada benchmark publik.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Rilis Model: Gemini 4 Carbon: checkpoint internal Google diklaim setara Opus 5.5 untuk coding
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Laporan ini datang dari Business Insider yang mengaku melihat dokumen internal, tangkapan layar, dan obrolan karyawan Google, lalu dirangkum The Decoder pada 10 Oktober 2026. Isinya: Google menguji beberapa varian Gemini 4 dengan nama internal Argon, Barium, dan Carbon. Carbon dipasang di Jetski, platform coding internal Google, dalam beberapa hari terakhir. Business Insider tidak menyebut berapa banyak karyawan yang terlibat maupun berapa lama Carbon sudah diuji di lingkungan itu.

Nama internal Google tidak selalu sama dengan nama produk. Menurut dokumen yang dikutip, checkpoint bernama Barium-B adalah yang akhirnya dipilih untuk dirilis sebagai Gemini 4 Argon. Satu karyawan menyebut Carbon sebagai Gemini pro next model, yang memberi kesan model itu akan keluar sebagai pembaruan Argon, bukan sebagai lini terpisah. Sampai sekarang belum jelas mana yang akan dipilih Google. Kedua kemungkinan itu punya konsekuensi berbeda: pembaruan Argon berarti pengguna API mendapat peningkatan tanpa nama baru, sedangkan model terpisah biasanya datang dengan harga dan batas pemakaian sendiri.

Reaksi karyawan yang dikutip cukup positif. Satu karyawan mengatakan Carbon terasa seperti Opus 5.5 untuk coding, model yang dianggap acuan untuk kerja agen jangka panjang, tetapi ia sendiri menambahkan bahwa pengujian masih perlu dilanjutkan. Karyawan lain menulis bahwa Carbon benar-benar bagus. Sebagai pembanding, versi awal Argon disebut masih mengingatkan pada Claude Opus 5 yang lebih lama pada sebagian tugas pemrograman.

Yang belum ada justru bagian terpentingnya: tidak ada benchmark publik untuk Carbon, tidak ada tanggal rilis, dan tidak ada pengujian dari pihak ketiga. Google menolak berkomentar soal roadmap internal. Karyawan Google DeepMind, Vedant Misra, menanggapi laporan itu di X dengan menyinggung recursive self improvement, yaitu pemakaian model untuk membangun model berikutnya, sebagai penjelasan atas cepatnya iterasi internal.

Cara membacanya: nilai berita ini bukan pada klaim kemampuannya, melainkan pada irama rilis Google yang tampak memendek. Bagi tim yang memilih model coding, langkah masuk akal adalah memantau catatan rilis Gemini dan Antigravity, lalu menguji sendiri ketika sebuah checkpoint benar-benar tersedia, bukan menyiapkan rencana berdasarkan nama internal. Untuk sementara, jawaban paling aman adalah memperlakukan Carbon sebagai sinyal arah, bukan sebagai model yang bisa dipakai untuk memilih arsitektur atau menghitung biaya token bulan depan.

Sumber asli

The Decoder (mengutip Business Insider)the-decoder.com

Sumber pendukung

Klaim dalam naskah ini belum dapat dipastikan dari sumber kredibel. Baca dengan hati-hati dan periksa sumber aslinya. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga