Laporan: model unggulan OpenAI berikutnya tertunda, satu atau dua model baru sebelum akhir tahun
The Information, dikutip The Decoder pada 14 Oktober 2026, melaporkan karyawan OpenAI memperkirakan satu atau dua model baru terbit sebelum akhir tahun, tetapi belum pasti model unggulan yang sedang digarap termasuk di dalamnya. Model itu masih perlu pekerjaan alignment dan penguatan infrastruktur pengujian. OpenAI belum mengumumkan nama, tanggal, maupun spesifikasi model tersebut.
Menurut laporan The Information yang dikutip The Decoder, OpenAI sedang mengejar penyelesaian model unggulan berikutnya. Karyawan memperkirakan satu atau dua model baru akan terbit sebelum akhir tahun, tetapi apakah model besar yang sekarang digarap masuk hitungan itu masih terbuka. OpenAI belum mengumumkan apa pun secara resmi soal nama maupun jadwal. Angka satu atau dua model itu berasal dari karyawan, bukan dari target resmi perusahaan.
Penghambatnya bukan kemampuan mentah. Model itu butuh pekerjaan alignment agar perilakunya sesuai harapan peneliti dan pelanggan, dan infrastruktur pengujian di sekitarnya harus diperkuat lebih dulu. Setelah evaluasi keselamatan dianggap memadai, masih ada satu tahap lagi: berdasarkan perintah eksekutif Presiden Trump soal evaluasi sistem AI canggih, OpenAI sepakat memberi pemerintah Amerika Serikat akses ke model baru sampai 30 hari sebelum mitra luar mendapatkannya, dan lebih lama lagi sebelum peluncuran publik.
Model baru itu memakai teknik looped transformer, sama seperti Astra, yang di lingkungan produksi OpenAI disebut Recurrent Depth. Alih-alih melewatkan satu token melalui lapisan transformer sekali, model memutarnya beberapa kali sebelum mengeluarkan kata berikutnya. Caranya menaikkan performa pada matematika dan coding serta menekan biaya, karena model yang lebih kecil bisa bekerja di atas kelasnya.
Efek sampingnya soal pengawasan. Pelipatan itu memindahkan sebagian proses berpikir ke representasi numerik internal yang tidak bisa dibaca pengulas manusia, sehingga pemantauan rantai pemikiran melemah. Menurut laporan, OpenAI sengaja membatasi jumlah putaran pada Astra agar rantai pemikirannya tetap terbaca. Setelah insiden Hugging Face, OpenAI mengalihkan sekitar 10 persen total komputasinya ke alignment dan keselamatan, yang menurut The Information setara ratusan megawatt kapasitas pusat data.
Bagi pengguna, kesimpulan praktisnya membosankan: jangan menyusun rencana rilis produk berdasarkan model yang belum punya kartu model. OpenAI punya rekod mempercepat peluncuran ketika pesaing bergerak, tetapi laporan ini menyebut kendala teknis dan regulasi, bukan sekadar jadwal pemasaran. Model yang sudah terdokumentasi tetap pilihan paling aman sampai ada pengumuman resmi. Sampai ada pengumuman, hal yang bisa dihitung hanyalah biaya dan waktu migrasi, bukan tenggat peluncuran.
Klaim dalam naskah ini belum dapat dipastikan dari sumber kredibel. Baca dengan hati-hati dan periksa sumber aslinya. Laporkan kesalahan