Mantan kepala sains OpenAI buka Warp Sciences dengan 215 juta dolar
Kevin Weil, yang memimpin OpenAI for Science sampai April 2026, meluncurkan Warp Sciences dari mode senyap pada 22 Oktober 2026 dengan pendanaan 215 juta dolar. Putaran Seri A dipimpin Lightspeed Venture Partners dan menghargai perusahaan 865 juta dolar termasuk uang baru. Warp membangun laboratorium kimia otomatis di Amerika Serikat untuk menarik kembali pekerjaan yang selama ini dialihdayakan ke perusahaan Tiongkok seperti WuXi AppTec.
Kevin Weil, yang memimpin unit OpenAI for Science sampai meninggalkan perusahaan pada April 2026, meluncurkan Warp Sciences dari mode senyap pada 22 Oktober 2026 dengan pendanaan 215 juta dolar. Putaran Seri A itu dipimpin Lightspeed Venture Partners dan menghargai perusahaan 865 juta dolar termasuk uang baru, menurut perusahaan. IVP, Premji Invest, dan Lux Capital ikut berinvestasi. Sejumlah angel juga terlibat, antara lain kepala keuangan OpenAI Sarah Friar, CEO Coinbase Brian Armstrong, dan salah satu pendiri LinkedIn Reid Hoffman.
Warp tidak berniat menemukan obat sendiri. Setelah peneliti menemukan molekul yang menjanjikan, mereka biasanya membuat ratusan hingga ribuan varian untuk memperbaiki efektivitas dan menekan efek samping, pekerjaan kimia yang mahal dan berulang. Industri farmasi lama mengirim pekerjaan itu ke perusahaan Tiongkok, terutama WuXi AppTec, karena lebih murah dan cepat. Ketergantungan itu makin berisiko setelah Pentagon pada Juni 2026 memasukkan WuXi AppTec ke daftar perusahaan yang disebut terkait militer Tiongkok, meski seorang hakim memblokir langkah itu pada Agustus. Sebagian perusahaan farmasi juga khawatir berbagi data sensitif dengan kontraktor Tiongkok.
Rencananya membangun laboratorium otomatis di Amerika Serikat. Tim yang berjumlah sekitar 20 orang sudah membeli lengan robot dan chip AI. Kimiawannya akan memakai kamera dan sarung tangan bersensor tekanan selama eksperimen, supaya setiap langkah menghasilkan data untuk melatih model milik Warp sendiri. Weil menyebut bidang ini masih menjadi wilayah di mana model AI terdepan belum mengubah dunia seperti di rekayasa perangkat lunak dan matematika, karena sangat ditentukan eksperimen dan model butuh melihat data eksperimen itu. Pendiri lainnya adalah Manohar Paluri, mantan wakil presiden di Meta Superintelligence Labs, DJ Patil, kepala data scientist pertama Gedung Putih, dan Solomon Reisberg, sebelumnya di Terremoto Biosciences.
Pola yang terlihat pekan ini bukan kebetulan: uang besar mulai mengalir ke AI yang menghasilkan bahan, bukan teks. Pada Juli 2026, Chai Discovery yang didukung OpenAI mengumpulkan 400 juta dolar, dan OpenAI membeli Orchestra Bio. Pada Selasa pekan ini, Arda yang dipimpin mantan eksekutif OpenAI Bob McGrew mengumpulkan 232 juta dolar untuk AI pengaturan lini pabrik. Bagi pembaca yang membangun alat dokumen dan data, arah ini relevan karena ekonomi produk AI bergeser dari langganan per pengguna ke penggantian proses mahal yang selama ini dialihdayakan. Pertanyaannya sama seperti di Indonesia: data proses seperti apa yang benar-benar dimiliki, dan siapa yang boleh memakainya untuk melatih model.
Sumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan