Grayscale soroti tiga proyek kripto yang memasok bahan bakar AI, bukan sekadar token agen
Kepala riset Grayscale, Zach Pandl, menulis catatan 23 Oktober 2026 yang menyoroti tiga proyek kripto di lapisan infrastruktur AI: DATA Network untuk pengumpulan dan lisensi data latih, USD.AI untuk pinjaman berbasis GPU, dan Pearl untuk monetisasi komputasi sekaligus pengamanan rantai proof of work. Grayscale mencatat Pearl naik 580 persen dalam tiga bulan per 22 Oktober 2026, tetapi menegaskan relevansi jangka panjangnya bergantung pada adopsi.
Grayscale menerbitkan catatan riset bertajuk The Stack pada 23 Oktober 2026, ditulis langsung oleh kepala risetnya, Zach Pandl. Premisnya sederhana: hubungan blockchain dan kecerdasan buatan sudah melewati tahap token dan agen, dan kini menyentuh kebutuhan infrastruktur yang nyata. Grayscale menyebut tiga proyek yang menurut mereka mengisi tiga fungsi berbeda dalam pembangunan AI, yaitu pengumpulan dan pelisensian data latih, pembiayaan perangkat keras, dan monetisasi kapasitas komputasi.
Proyek pertama, DATA Network, bergerak di sisi data. Model AI membutuhkan data untuk belajar, dan kemampuan model bergantung pada kualitas serta keragaman data latihnya. DATA membangun perkakas untuk mengumpulkan, melisensikan, dan melacak data sumbangan manusia, mulai dari foto dan video sampai rekaman suara. Aplikasi di jaringan DATA dapat melisensikan kumpulan data ke laboratorium AI untuk pelatihan model sambil memberi imbalan kepada peserta yang menyumbangkan datanya. Pada 12 Oktober 2026, DATA mengumumkan rencana memindahkan protokolnya ke jaringan Sui dengan Walrus sebagai lapisan penyimpanan bawaan.
Proyek kedua, USD.AI dengan token CHIP, menyentuh sisi pembiayaan. GPU menggerakkan beban kerja AI, tetapi harganya mahal sehingga penyedia komputasi sering membutuhkan modal luar. CHIP mengatur pinjaman yang dijamin peralatan GPU dan arus kas terkait, dengan pool on-chain yang memungkinkan modal kripto membiayai pinjaman tersebut dan memberi peserta potensi imbal hasil. Proyek ketiga, Pearl dengan token PEARL, mencoba membuat kapasitas GPU bekerja ganda: memasok beban kerja AI sekaligus mengamankan rantai proof of work, sehingga penyedia komputasi bisa mendapat imbalan token di atas pendapatan dari komputasi AI.
Angka yang paling menarik perhatian pasar ada di Pearl, yang menurut Grayscale naik 580 persen dalam tiga bulan, dengan sumber data CoinGecko per 22 Oktober 2026. Grayscale sendiri memasang pagar pada klaimnya: mereka menyatakan kinerja sektor tertentu bisa sangat kuat karena kondisi pasar saat itu, bahwa imbal hasil luar biasa mengandung risiko volatilitas, dan bahwa investor tidak semestinya mengharapkan pengulangan. Kalimat penutupnya juga perlu dikutip apa adanya, yaitu bahwa relevansi jangka panjang ketiga proyek akan bergantung pada adopsi dan ekonomi persaingan, dan bahwa Grayscale hanya mengawasi ketiganya. Itu bukan rekomendasi, dan tidak ada keterangan bahwa salah satunya masuk produk investasi perusahaan.
Pembacaan yang jujur atas catatan ini harus memisahkan dua hal yang sering dicampur. Pertama, tesisnya masuk akal: jika agen otonom menjadi konsumen komputasi, data, dan penyimpanan, maka permintaan berpindah ke pemasok lapisan bawah, bukan ke antarmuka agen. Kedua, kenaikan harga token tidak otomatis berarti pendapatan mengalir ke pemegang token, dan beberapa pengamat pasar sudah menunjuk celah itu. Bagi pembaca yang menilai vendor atau menyusun anggaran infrastruktur AI, nilainya bukan pada tiga nama token, melainkan pada kerangka pertanyaannya: siapa yang memiliki komputasi, siapa yang memiliki data, dan bagaimana aliran nilai dari keduanya diakui secara hukum dan akuntansi.
Sumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan