Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Ekosistem Agen

Tether kumpulkan 15 perusahaan tambang untuk MDK, lapisan yang membuat agen AI bisa mengurus mesin bitcoin

Tether mengumumkan 15 operator tambang, produsen ASIC, dan mining pool berkomitmen membangun serta merawat integrasi untuk Mining Development Kit, kerangka open source yang menyamakan cara mesin tambang bicara. Nama yang disebut antara lain Bitmain, Bitdeer, Canaan, MicroBT, F2Pool, Foundry Digital, Luxor, OCEAN, dan divisi Proto milik Block. Agen penambangan QVAC milik Tether sudah berjalan di atas lapisan ini, dan versi 0.11 dirilis di Plan B Forum Lugano 23-24 Oktober.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Ekosistem Agen: Tether kumpulkan 15 perusahaan tambang untuk MDK, lapisan yang membuat agen AI bisa mengurus mesin bitcoin
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Tether mengumumkan pada 24 Oktober 2026 bahwa lima belas peserta industri komitmen membangun dan merawat integrasi untuk Mining Development Kit (MDK), kit pengembangan tambang bersumber terbuka yang diperkenalkan perusahaan itu pada April 2026. Peserta yang disebut bukan kalangan kecil: produsen ASIC seperti Bitmain, Canaan, dan MicroBT; operator dan penyedia hosting seperti Bitdeer serta divisi Proto milik Block; juga pool seperti F2Pool, Foundry Digital, Luxor Technology, dan OCEAN. Setiap peserta akan membuat modul bernama MDK Worker, yaitu lapisan penerjemah yang menghubungkan perangkat keras, pool, atau sistem miliknya ke antarmuka bersama. Yang penting, perusahaan tidak diminta mengganti teknologinya atau menyerahkan kendali: mereka cukup membuka fungsi yang mereka pilih melalui antarmuka yang sama.

Alasan di baliknya bersifat operasional dan mudah dikenali siapa pun yang pernah mengurus infrastruktur berskala besar. Satu lokasi tambang bisa menampung ribuan mesin dari pabrikan berbeda, terhubung ke pool berbeda, dan dikelola lewat perangkat lunak yang berbeda. Sebagian besar sistem itu tidak dirancang untuk saling bicara, sehingga operator mengelolanya terpisah dan pengembang mengulang integrasi yang sama untuk setiap merek. Semakin besar lokasi, semakin mahal biaya pengulangan itu, dan alat yang dibuat untuk satu vendor sering tidak bisa dipakai untuk perangkat lain di lokasi yang sama.

Di titik itulah klaim tentang agen AI masuk. Tether menyatakan agen dapat memantau mesin, mengenali masalah, mengoptimalkan kinerja, dan pada akhirnya bertindak sendiri, tetapi tidak mungkin mengelola ribuan mesin jika setiap bagian infrastruktur berbicara dengan bahasa yang berbeda. Sebelum sistem otonom bisa mengoperasikan infrastruktur fisik dalam skala besar, infrastruktur itu sendiri harus punya cara bersama untuk dipahami dan dikendalikan. Sebagai buktinya, Tether menyebut agen penambangan QVAC miliknya sudah terhubung ke infrastruktur tambang melalui MDK, sehingga tidak perlu integrasi terpisah untuk setiap sistem yang disambung. CEO Tether, Paolo Ardoino, dalam pernyataan yang dikutip ForkLog, menyebut perusahaan sedang masuk ke periode ketika perangkat lunak makin banyak mengelola infrastruktur fisik, bukan sekadar melaporkan statusnya.

Soal jadwal, versi 0.11 MDK dirilis bertepatan dengan Plan B Forum di Lugano pada 23-24 Oktober 2026, dan versi stabil 1.0 ditargetkan keluar pada akhir 2026. Kode sumbernya sudah terbuka, sehingga pengembang bisa mulai menguji integrasi dan membuat modul sendiri tanpa menunggu rilis stabil. Tether juga menegaskan bahwa MDK tetap terbuka bagi pabrikan, pool, operator, atau pengembang lain di luar lima belas peserta awal, dengan tambahan Worker dan aplikasi yang diharapkan menyusul.

Yang perlu dicatat, ini pola yang sama dengan yang muncul di jalur pembayaran mesin lewat x402 dan AP2: agen tidak bisa bekerja tanpa lapisan abstraksi yang menyembunyikan keragaman sistem di bawahnya. Bedanya, kali ini objek yang diurus bukan saldo USDC melainkan perangkat fisik dengan daya listrik, suhu, dan beban kerja nyata. Karena itu pertanyaan penilaiannya bergeser dari sekadar ada atau tidaknya API, menjadi sejauh mana kewenangan agen bisa dibatasi, dicatat, dan dihentikan. Bagi tim yang menyiapkan agen internal, pelajaran praktisnya bukan pada tambang bitcoin, melainkan pada urutan kerja: rapikan antarmuka dan batas kewenangan lebih dulu, baru beri agen hak bertindak.

Sumber asli

Tether (siaran resmi), 24 Oktober 2026tether.io

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga