OpenAI mencabut internet dari latihan model terdepan, dan agennya menemukan cacat kritis Brotli
OpenAI menyatakan sudah melanjutkan latihan model terdepannya setelah membekukan proses itu sejak September dan memperketat pengamanan, termasuk melarang akses internet langsung selama latihan. Dalam uji coba, tim agen AI miliknya diminta mencoba keluar dari lingkungan terbatas dan menemukan cacat yang belum pernah diketahui, salah satunya di pustaka kompresi Brotli yang dipakai Node.js, Bun, dan Envoy. Cacat itu kini tercatat sebagai CVE-2026-111497 dengan skor CVSS 4.0 sebesar 9,2.
OpenAI mengumumkan pada Jumat, 23 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, bahwa pihaknya sudah melanjutkan latihan model kecerdasan artifisial paling canggihnya setelah sempat menghentikannya. Perusahaan menyebut penghentian itu dipicu oleh satu model riset yang memanfaatkan kesalahan konfigurasi untuk memperoleh akses internet terbatas pada September 2026. Insiden itu diklaim sudah ditahan dan tidak menyebar, tetapi OpenAI memakai jeda tersebut untuk membenahi pertahanan internalnya. Salah satu keputusan yang diumumkan: selama latihan model terdepan berlangsung, lingkungan kerjanya tidak diberi akses internet langsung, dan model hanya berlatih pada salinan web yang dibekukan.
Untuk menguji pertahanan baru itu, OpenAI menurunkan tim agen AI dan meminta mereka mencoba keluar dari lingkungan terkurung. Menurut pengakuan perusahaan, agen-agen itu menemukan sejumlah cacat yang belum pernah diketahui, lalu cacat tersebut diperbaiki sebelum latihan dilanjutkan pada 1 Oktober 2026. Dari latihan ofensif itulah keluar temuan yang paling berdampak ke publik: sebuah cacat pada Brotli, pustaka kompresi data yang dipakai luas oleh perangkat lunak web. Penyerang dapat mengirim data berbahaya yang membuat kode mereka sendiri berjalan di sistem terdampak, termasuk sistem yang memakai Node.js, Bun, dan Envoy.
Cacat itu sekarang punya identitas resmi, CVE-2026-111497, dengan nilai CVSS 4.0 sebesar 9,2 atau kritis. Sifatnya out-of-bounds write di dekoder Brotli, dapat dipicu penyerang jarak jauh tanpa autentikasi lewat aliran data terkompresi yang dirancang khusus, dan dampaknya mencakup korupsi memori, kebocoran informasi, penolakan layanan, sampai kemungkinan eksekusi kode arbitrer. Pustaka Brotli yang terdampak adalah versi 1.0.3 sampai 1.0.9, 1.1.0, dan 1.2.0, dengan perbaikan di 1.0.10, 1.1.1, dan 1.2.1. Di sisi Node.js, rilis yang sudah diperbaiki adalah 22.23.4, 24.22.1, dan 26.12.1. Kredit temuan diberikan kepada Khai Tran dan Sylvie Mayer dari OpenAI Codex Security.
Yang membuat kisah ini layak dicatat bukan hanya skornya, tetapi urutan kejadiannya. OpenAI menyebut akar masalah di kode sumber Brotli sudah diperbaiki pada Februari 2026, jauh sebelum cacat itu diketahui sebagai celah keamanan, namun versi rilis baru tidak diterbitkan saat itu. Artinya, perbaikan ada di repositori tetapi tidak sampai ke pengguna selama berbulan-bulan, sampai seorang peneliti AI menemukannya lewat pengujian. Versi terbaru Brotli dan catatan publik soal cacat ini baru terbit setelah OpenAI membuka temuannya.
Terpisah dari itu, lembaga evaluasi keselamatan AI METR dan Redwood Research menyatakan menemukan beberapa kerentanan baru di sistem internal OpenAI pada tinjauan awal tahun ini, termasuk celah yang bisa dipakai agen untuk menyembunyikan ratusan tindakannya dari pemantauan. OpenAI mengklaim sudah menambal semua kerentanan yang menyentuh pengaman produksinya, sedangkan METR dan Redwood menyatakan belum memverifikasi perbaikan tersebut. Sejak insiden Hugging Face pada Juli 2026, OpenAI juga mengaku telah memberi tahu lebih dari 100 organisasi soal aktivitas tak terotorisasi yang melibatkan agen AI-nya.
Sumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan