Interactive Brokers mengizinkan agen AI mengirim order sendiri, tetapi hanya dari kantong dana terpisah
Interactive Brokers mengumumkan IBKR Autonomous Trading pada 21 Oktober 2026, fitur yang membolehkan klien memberi izin platform AI memantau lebih dari 75.000 saham, opsi, dan ETF lalu mengirim order tanpa persetujuan per transaksi. Agen bekerja di AI Partition, lingkungan terpisah dengan batas dana sendiri dan tombol mati di Client Portal.
Interactive Brokers mengumumkan IBKR Autonomous Trading pada 21 Oktober 2026. Fitur ini membolehkan klien yang memenuhi syarat memberi izin kepada platform AI yang terhubung untuk memantau lebih dari 75.000 saham, opsi, dan ETF yang tercatat di berbagai bursa, lalu mengirim order yang didukung atas nama klien berdasarkan kriteria yang mereka tetapkan sendiri. Bedanya dengan alat integrasi AI yang sudah ada: pada alat lama, AI hanya menyusun instruksi perdagangan untuk ditinjau klien sebelum dikirim; pada fitur baru, langkah persetujuan per transaksi dihapus untuk akun yang memenuhi syarat.
Pemisahan izin dilakukan lewat mekanisme yang mereka sebut AI Partition, yaitu lingkungan perdagangan tersendiri yang dihubungkan ke aplikasi AI. Klien memindahkan dana dari akun utama ke partisi itu, tanpa perlu membuka akun baru atau menyetor dana dari luar. Batasnya eksplisit: sampai 10 persen dari ekuitas akun, dengan dana minimum 1.000 dolar dan maksimum 25.000 dolar untuk seluruh AI Partition. Agen hanya boleh memperdagangkan saham, ETF, serta opsi saham, ETF, dan indeks yang tercatat, dengan jenis order market, limit, stop, dan stop-limit, serta masa berlaku Day, Overnight, atau Overnight plus Day. Beberapa hal dilarang sepenuhnya: saham penny, produk berleverage kompleks, saham fraksional, penjualan short, dan strategi opsi yang memerlukan pinjaman margin.
Koneksi teknisnya memakai Model Context Protocol. Setiap model bahasa besar yang mendukung protokol itu bisa tersambung ke server MCP publik Interactive Brokers, termasuk Claude Desktop, Claude Code, dan ChatGPT. Klien memberi instruksi dalam bahasa alami, misalnya memangkas posisi yang melewati ambang alokasi tertentu atau menjual covered call ketika volatilitas implisit mencapai level yang ditetapkan. Agen juga bisa membaca data pasar, daftar pantau, peringatan, portofolio, order, dan riwayat transaksi sebelum mengambil keputusan. Pengaman terakhir adalah kill switch di Client Portal yang bisa memutus koneksi AI seketika.
Chief Executive Interactive Brokers Milan Galik menyebut fitur ini sebagai kelanjutan kebiasaan perusahaan memakai otomasi untuk memberi akses dan kendali, dengan klien tetap yang menentukan strategi dan pengamannya. Ketersediaan dibatasi entitas, negara domisili, dan syarat regulasi; menurut siaran pers, fiturnya tersedia bagi klien di Amerika Serikat, Inggris, Eropa, Singapura, dan Australia. Untuk pasar Indonesia, belum ada kerangka yang secara eksplisit membolehkan agen mengeksekusi order tanpa persetujuan per transaksi, sehingga produk lokal sebaiknya menonjolkan hal yang justru dihilangkan IBKR: jejak persetujuan, batas dana per agen, dan catatan alasan setiap order.
Sumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan