Dataline kumpulkan US$10,6 juta untuk jaringan data agen AI, siapkan penjualan token di Uniswap
Dataline, jaringan data terdesentralisasi untuk agen AI, mengumumkan pendanaan awal US$10,6 juta pada 21 Oktober 2026. Putaran dipimpin bersama Lattice dan Dispersion Capital yang didukung Samsung, dengan peserta Symbolic Capital, Coinbase Ventures, Anagram, dan CEO Robinhood Vlad Tenev. Perusahaan juga menyiapkan penjualan token publik lewat platform lelang Uniswap dengan token DLINE yang ditargetkan rilis akhir tahun.
Dataline mengumumkan pendanaan awal senilai US$10,6 juta pada 21 Oktober 2026. Perusahaan yang membangun jaringan data terdesentralisasi untuk agen AI ini menyebut putaran dipimpin bersama oleh Lattice dan Dispersion Capital, dana yang didukung Samsung. Peserta lain adalah Symbolic Capital, Coinbase Ventures, Anagram, serta salah satu pendiri sekaligus CEO Robinhood, Vlad Tenev. Menurut co-founder Dataline, Nuo Shi, kepada The Block, putaran sebenarnya ditutup pada April 2026 melalui perjanjian simple agreement for future equity dengan waran token. Ia menolak menyebut valuasi, dan menegaskan tidak ada investor yang memperoleh kursi direksi, peran pengawas, atau posisi penasihat.
Cara kerja Dataline adalah jaringan dua sisi. Di satu sisi ada penyedia data yang memasok umpan data dan memenuhi permintaan khusus dari agen; di sisi lain ada agen AI yang menerima keluaran yang sudah diseragamkan skemanya dan dilengkapi skor keyakinan. Perusahaan memakai AI untuk menilai seberapa andal, segar, dan konsisten data tersebut, sehingga agen bisa memutuskan apakah layak memercikannya sebelum dipakai. Contoh yang diberikan Shi menyangkut stablecoin: harga US$0,97 bisa berarti barang murah atau awal depeg, dan umpan harga biasa tidak bisa membedakan keduanya. Dataline mengaku memasangkan data harga dengan konteks stabilitas peg serta pencilan antar-venue.
Secara operasional, Dataline mengklaim jaringannya telah memproses 19,4 juta transaksi on-chain dengan tingkat keberhasilan tugas agen 96,4 persen. Infrastrukturnya berjalan di BNB Chain, Sui, dan TON, serta terhubung ke Hyperliquid dan Polymarket di sisi venue. Perusahaan sebelumnya bernama Tearline dan berganti nama pada 12 Mei 2026. Dana baru akan dipakai terutama untuk memperluas infrastruktur, bukan untuk akuisisi atau pemasaran besar. Kombinasi rantai dan venue itu menunjukkan sasaran utamanya adalah bot dagang dan agen yang membaca data pasar secara otomatis, segmen yang memang paling cepat mengadopsi pembayaran per permintaan.
Rencana yang paling diperhatikan pasar adalah penjualan token publik melalui platform lelang Uniswap, dengan rincian yang dijanjikan terbit pekan depan dan peluncuran token DLINE ditargetkan sebelum akhir tahun. Menurut Crypto Briefing, DLINE akan dipakai untuk akses, staking, imbalan, dan pemotongan jaminan, dengan total pasokan 1 miliar token dan alokasi 33 persen untuk imbalan komunitas, 30 persen ekosistem dan yayasan, 13 persen launchpad dan likuiditas, 12 persen tim, serta 12 persen investor. Harga, jadwal vesting, dan jumlah pasokan yang beredar saat peluncuran belum diumumkan, sehingga risiko utama bagi pembeli adalah ketidakpastian itu, bukan performa jaringan teknisnya.
Sumber asli
The Block, 21 Oktober 2026theblock.coSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan