BitGo Labs dibentuk, unit riset BitGo memulai dari infrastruktur keuangan untuk agen AI
BitGo Holdings meluncurkan BitGo Labs pada 21 Oktober 2026, unit riset dan inovasi yang fokus awalnya adalah persinggungan AI dan kripto. Perusahaan menyatakan ekonomi AI masih membutuhkan infrastruktur keuangan kripto untuk mikropembayaran, penyelesaian instan, dan pengamanan aset. Proyek pertamanya, Gokubu, adalah aplikasi konsumen dengan kartu bertenaga AI yang sudah berjalan.
BitGo Holdings mengumumkan pembentukan BitGo Labs pada Rabu, 21 Oktober 2026. Unit ini diberi satu tugas: merancang, meluncurkan, dan membuktikan aplikasi digital aset yang dianggap akan menjadi terobosan berikutnya. Fokus awalnya bukan pasar ritel atau produk investasi, melainkan titik temu antara kecerdasan artifisial dan kripto. Dalam siaran persnya, perusahaan menegaskan bahwa ekonomi AI masih membutuhkan infrastruktur keuangan berbasis kripto untuk memproses mikropembayaran, memungkinkan penyelesaian transaksi secara instan, dan mengamankan aset. Kalimat yang dikutip The Block menyebut perusahaan membidik kasus penggunaan yang hanya bisa diberikan kripto, seperti suku bunga dan imbal hasil yang tidak dapat disentuh sistem tradisional, lalu memakai AI untuk membangunnya dalam hitungan bulan, bukan tahun.
BitGo Labs tidak memulai dari nol. Proyek pertamanya adalah Gokubu, aplikasi konsumen yang memakai kartu bertenaga AI untuk mengoptimalkan pola belanja pengguna. Aplikasi itu diklaim sudah berjalan dan memberi setiap pengguna asisten keuangan AI pribadi yang membantu memperoleh imbal balik lebih baik dari transaksi yang mereka lakukan. Selain Gokubu, unit ini akan menerbitkan riset, membuat prototipe protokol beserta implementasi rujukan, dan bermitra dengan pembangun, akademisi, serta institusi di komunitas kripto maupun AI. Perusahaan menyatakan setiap proyek diuji dengan pertanyaan yang sama: apakah aplikasi itu melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan sistem yang ada, dan apakah manfaatnya terasa terukur bagi pengguna.
Langkah ini masuk akal bila dilihat dari sisi bisnis inti BitGo, yaitu penyimpanan aset digital bagi institusi. Selama ini agen AI yang memegang uang bergerak di lapisan protokol seperti x402 dan dompet pengembang, sementara kustodian menunggu di hilir. Dengan membuka unit riset sendiri, BitGo memindahkan posisinya lebih dekat ke hulu: menentukan bagaimana agen diberi izin, bagaimana aset diamankan, dan bagaimana penyelesaian transaksi dilakukan sebelum pola itu mengeras menjadi standar. Bagi pasar, sinyalnya adalah bahwa permintaan atas dompet agen mulai dianggap sebagai lini produk institusional, bukan lagi eksperimen komunitas.
Konteks pernyataan pimpinan BitGo memperkuat pembacaan itu. Dalam wawancara dengan The Block awal Oktober 2026, CEO BitGo Mike Belshe menyatakan agen AI sangat mungkin memakai stablecoin sebagai mata uang asli mereka, sekaligus memperkirakan manusia akan tetap memegang kendali atas AI jauh lebih lama daripada yang diperkirakan banyak pihak. Kombinasi dua pandangan itu menjelaskan arah BitGo Labs: mesin yang membayar sendiri, tetapi di dalam pagar izin yang ditentukan manusia. Untuk unit pengadaan TI dan tim layanan perbankan, implikasi praktisnya sederhana, yaitu pertanyaan kustodian, batas wewenang, dan jejak audit perlu diajukan sejak tahap desain agen, bukan setelah agen berjalan.
Sumber asli
The Block, 21 Oktober 2026theblock.coSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan