Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Ekosistem Agen

OpenAI menaruh model frontier dan Codex di Google Cloud, keluar dari kandang Azure

OpenAI mengumumkan pada 21 Oktober 2026 bahwa model frontier dan alur kerja agentic Codex akan tersedia di Google Cloud Model Garden. Pembelian dilakukan lewat Google Cloud Marketplace dan bisa menarik komitmen belanja Google Cloud yang sudah dikontrak perusahaan. Model yang sama juga akan masuk ke Google Antigravity dan Gemini Agent.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Ekosistem Agen: OpenAI menaruh model frontier dan Codex di Google Cloud, keluar dari kandang Azure
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

OpenAI mengumumkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, bahwa model frontier mereka dan alur kerja agentic Codex akan tersedia di Google Cloud Model Garden. Pengumuman itu dibuat di blog resmi perusahaan dan langsung dikutip sejumlah media teknologi. Intinya sederhana: pelanggan Google Cloud mendapat akses native ke model OpenAI di lingkungan tempat mereka sudah membangun aplikasi, tanpa harus memindahkan beban kerja ke platform lain. OpenAI menyebut integrasi ini menyandingkan model mereka dengan kontrol akses bawaan Google Cloud, tata kelola data terpusat, dan infrastruktur berperforma tinggi untuk beban kerja perusahaan besar.

Yang membuat pengumuman ini penting bukan fiturnya, melainkan jalur uangnya. Pelanggan Google Cloud bisa membeli model frontier OpenAI lewat Model Garden, dan transaksinya berjalan melalui Google Cloud Marketplace. Perusahaan yang sudah punya komitmen belanja Google Cloud dapat menarik komitmen itu untuk pembelian tersebut. Artinya, anggaran cloud yang sebelumnya dikunci untuk komputasi dan penyimpanan kini bisa dipakai membayar token model pihak ketiga. Bagi tim pengadaan, ini mengubah bentuk kontrak: satu perjanjian induk dengan penyedia cloud menutup beberapa pemasok model sekaligus, dan pemisahan biaya per proyek menjadi lebih sulit ditelusuri kalau tidak disiapkan sejak awal.

OpenAI juga menyatakan model mereka akan segera tersedia di Google Antigravity dan di Gemini Agent. Presiden dan salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, menyebut kemitraan ini sebagai langkah membuat model paling mampu dan Codex tersedia di tempat pelanggan sudah membangun. Chief Executive Google Cloud Thomas Kurian menambahkan bahwa tujuannya memberi pelanggan pilihan model yang luas agar bisa memilih yang paling tepat untuk tiap pekerjaan, dengan kualitas optimal dan biaya lebih rendah. Dua kutipan itu menunjukkan perubahan posisi: penyedia cloud besar kini bersaing sebagai etalase model, bukan hanya penjual komputasi.

Untuk pembaca yang membangun agen layanan di sektor keuangan, ada tiga hal yang layak dicatat. Pertama, pilihan model makin cair, sehingga biaya per tugas bisa diturunkan dengan memindahkan beban ke model yang lebih murah untuk tugas rutin dan menyisakan model mahal untuk kasus sulit. Kedua, kontrol akses dan tata kelola data mengikuti platform cloud, bukan vendor model, jadi pertanyaan audit berpindah ke penyedia cloud: di mana data diproses, berapa lama log disimpan, dan apakah data pelanggan dipakai untuk pelatihan. Ketiga, ketergantungan tidak hilang, hanya berpindah alamat. Perusahaan yang ingin menjaga daya tawar sebaiknya menyimpan lapisan abstraksi tipis di aplikasi sendiri agar perpindahan model tidak berarti menulis ulang seluruh sistem.

Sumber asli

OpenAI, 21 Oktober 2026openai.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga