Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Rilis Model

Recursive merilis Flint, model coding 40 miliar parameter yang dibangun hampir seluruhnya oleh AI

Recursive merilis Flint pada Rabu, 21 Oktober 2026: model coding gratis berlisensi Apache 2.0 yang berjalan di laptop tanpa koneksi ke awan. Perusahaan menyebut hampir setiap tahap pembangunannya, dari pra-pelatihan sampai purnapelatihan, dibantu sistem riset otomatis mereka, Eureka Machine, sehingga tim kecil bisa menyelesaikannya di bawah empat bulan. Semua angka kecepatan dan benchmark berasal dari pengujian Recursive sendiri.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Rilis Model: Recursive merilis Flint, model coding 40 miliar parameter yang dibangun hampir seluruhnya oleh AI
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Recursive, startup yang keluar dari mode senyap pada Mei lalu dengan pendanaan 650 juta dolar AS pada valuasi 4,65 miliar dolar AS dari GV, Nvidia, dan AMD Ventures, merilis model pertamanya pada Rabu, 21 Oktober 2026. Model itu bernama Flint, sebuah model coding gratis yang berjalan di komputer pengguna dan menurut perusahaan sebagian besar dibangun dengan bantuan sistem riset otomatis mereka yang disebut Eureka Machine. Perusahaan menyatakan Eureka ikut menangani hampir setiap tahap, dari pra-pelatihan hingga purnapelatihan dan inferensi, sehingga tim kecil bisa membangun model dari nol dalam waktu kurang dari empat bulan. Recursive dipimpin Richard Socher, mantan chief scientist Salesforce.

Secara teknis Flint adalah model mixture-of-experts berukuran 40 miliar parameter, tetapi hanya memakai sekitar 2,5 miliar parameter untuk setiap tugas. Ukuran aktif yang kecil itulah yang membuatnya muat di laptop biasa, jauh lebih ringan daripada Muse Spark Open milik Meta yang berukuran 816 miliar parameter dan butuh setidaknya satu terabyte memori. Recursive mengukur kecepatan sekitar 131 token per detik pada MacBook Pro dengan cip M4 Pro, dibanding 58 sampai 69 token per detik pada model sekelas di mesin yang sama, termasuk Gemma 4 dari Google dan Nemotron 3.5 Lightning dari Nvidia, sedangkan pada kartu RTX Spark tercatat di atas 150 token per detik. Flint dapat diunduh gratis di Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0.

Pada SWE-Bench Verified, tolok ukur yang menguji kemampuan memperbaiki cacat perangkat lunak nyata, Recursive menyatakan Flint mengungguli model lain berukuran di bawah 50 miliar parameter, meskipun perusahaan tidak menyertakan angka perbandingan. Pada rata-rata enam uji versi Recursive, hanya satu model yang mencatat skor lebih tinggi, yaitu Qwen3.8 27B dari Alibaba. Wartawan Wired, Will Knight, mencobanya di Mac dengan memori 48 GB untuk membuat beberapa program kecil, termasuk aplikasi daftar tugas dan alat penelusur web; ia mencatat model coding kecil umumnya sering salah atau lambat dibanding Claude maupun Codex, tetapi Flint memenuhi permintaannya setiap kali.

Socher merinci sumbangan Eureka Machine lewat unggahan di X: bentuk model yang lebih sparse, pelatihan bit rendah yang mengecilkan ukuran Flint sampai 71 persen tanpa kehilangan kualitas berarti, serta kernel khusus untuk mempercepat komputasi. Recursive tidak menyebut berapa banyak waktu peneliti yang dihemat, tetapi perusahaan ini tidak sendirian: OpenAI bulan lalu menyatakan agen AI-nya mencatat 3,1 hari kerja untuk setiap satu hari kerja peneliti manusia sampai pertengahan Agustus. Recursive juga punya kontrak komputasi 410 juta dolar AS dengan AWS sejak Juni. Perusahaan mengakui Flint masih butuh arahan lebih rinci daripada asisten coding berbayar dan menyarankan pengguna memecah tugas besar menjadi langkah kecil, sementara target jangka panjangnya adalah perbaikan diri rekursif penuh dengan manusia tetap memegang kendali untuk menghentikan proses.

Sumber asli

TechCrunch, 21 Oktober 2026techcrunch.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga