Agen sudah bisa membayar, yang belum selesai adalah cara menghentikannya
Data Chainalysis yang dikutip Quartz menunjukkan jarak median antara pengisian dompet x402 dan pembayaran pertama menyusut dari 73 hari pada akhir 2025 menjadi 18 menit pada kuartal ketiga 2026, dengan lebih dari 138 juta transaksi. Masalah berikutnya bukan lagi kemampuan membayar, melainkan pencabutan izin, keamanan, dan tanggung jawab hukum. Sebagian besar pembayaran masih bernilai sepuluh sen atau kurang, dan kesiapan alur keuangan institusional dinilai 12 dari 100.
Quartz menulis pada 22 Oktober 2026 bahwa agen AI kini mulai membelanjakan uang hampir segera setelah dompetnya diisi. Riset Chainalysis yang dikutip menyebut jarak median antara pengisian dompet x402 dan pembayaran pertamanya menyusut dari 73 hari pada akhir 2025 menjadi 18 menit pada kuartal ketiga 2026. Dalam lebih dari 138 juta transaksi, perangkat lunak membeli data, daya komputasi, dan akses model memakai stablecoin tanpa ada orang yang menyetujui tiap pembayaran. Kesimpulan penulisnya lugas: membuat agen bisa membayar ternyata bagian yang mudah, dan pertanyaan terbuka justru muncul ketika seseorang perlu menghentikannya.
Sebagian besar pekerjaan identitas agen selama ini berfokus pada penerbitan kredensial yang membuktikan agen pernah diotorisasi. Mark Zalan, CEO GoMining, berargumen bahwa pendekatan itu menjawab pertanyaan yang salah, karena kredensial hanya menunjukkan izin pernah ada pada suatu titik dan tidak menjamin izin itu masih berlaku. Ia menyebut ujian sebenarnya bagi kerangka apa pun adalah pencabutan: ketika mandat dicabut, semua pihak lawan transaksi harus mengetahuinya seketika, atau kredensial mati tetap membelanjakan uang sampai ada yang menyadarinya. Menurutnya, sebagian besar rancangan menangani penerbitan dengan baik tetapi lemah pada pencabutan.
Jawaban yang muncul adalah memindahkan otoritas ke dalam pembayaran itu sendiri, bukan ke catatan di registri. Zalan menggambarkan batas belanja yang ditegakkan secara kriptografis sehingga agen tidak bisa melampauinya, terlepas dari isi kredensial atau sudah sampainya pesan pencabutan. Abdul Rafay Gadit, salah satu pendiri ZIGFinance, membandingkannya dengan kartu korporat yang punya kebijakan belanja yang dapat ditegakkan: batas per transaksi, anggaran harian, daftar penerima yang disetujui, dan tanggal kedaluwarsa. Pemain industri kartu bergerak ke arah serupa; FIS, misalnya, mengambang gagasan kartu virtual khusus agen yang dibatasi nominal, merchant, dan jendela waktu.
Batas keras hanya menahan kerusakan, tidak mencegah keputusan buruk yang masih di dalam batas. Laporan BeInCrypto Intelligence yang dikutip Quartz mendokumentasikan dua insiden dengan total sekitar 281.200 dolar Amerika Serikat yang sempat mengalir ke dompet penyerang sebelum dana dipulihkan. Logan Xie dari KuCoin AI Lab menilai agen yang sah pun bisa dimanipulasi instruksi berbahaya, sehingga sistem bisnis terpisah dari penalaran AI sebaiknya memeriksa setiap pembayaran sebelum dieksekusi, dan aksi berisiko tinggi tetap memerlukan konfirmasi manusia. Itulah sebab pembayaran agen masih kecil: mayoritas transaksi x402 bernilai sepuluh sen atau kurang, dan laporan yang sama memberi skor kesiapan 12 dari 100 untuk alur kerja keuangan institusional, jauh di bawah sekitar 61 untuk mikropembayaran.
Sumber asli
Quartz, 22 Oktober 2026qz.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan