Tether memimpin pendanaan 15 juta dolar untuk Mural, taruhan pada lapisan kepatuhan agen
Mural mengumpulkan 15 juta dolar pada putaran Seri A yang dipimpin Tether, sehingga total pendanaannya menjadi 28 juta dolar. Perusahaan memposisikan diri sebagai sistem pencatatan yang patuh untuk fintech, mencakup rekening, pembayaran, identitas, dan kepatuhan bagi manusia maupun agen yang diberi kewenangan. CEO Tether Paolo Ardoino menyebut sambungan ke bank dan sistem kepatuhan sebagai alasan utama investasi.
Mural mengumumkan pendanaan Seri A sebesar 15 juta dolar pada 20 Oktober 2026, dipimpin oleh Tether sebagai penerbit USDT. Dengan tambahan itu, total dana yang dihimpun Mural mencapai 28 juta dolar. Perusahaan menyatakan dana baru dipakai untuk ekspansi global serta membangun infrastruktur regulasi dan pembayaran yang dibutuhkan untuk memperbesar apa yang disebutnya sebagai keuangan berbasis agen. Nilai valuasi perusahaan tidak disebutkan dalam pengumuman maupun liputan.
Mural memposisikan diri sebagai sistem pencatatan yang patuh bagi fintech dan platform yang memindahkan, menyimpan, dan menumbuhkan uang nasabah. Cakupannya meliputi rekening, pembayaran, identitas, dan kepatuhan dalam satu sistem, untuk nasabah manusia maupun agen yang diberi kewenangan bertindak atas nama mereka. Perusahaan menyebut masalah yang disasar sederhana: bisnis global biasanya merangkai puluhan alat keuangan, mitra bank, dan vendor kepatuhan, sehingga kebijakan satu nasabah tersebar di banyak penyedia tanpa penghubung.
Dua pendirinya, Sinclair Toffa dan Chris Fernandes, sebelumnya insinyur di Palantir. Toffa menyatakan bahwa ekonomi sebentar lagi mendapat sepuluh miliar peserta baru dan tidak satu pun dari mereka manusia. Paolo Ardoino, CEO Tether, menyebut yang membuatnya tertarik adalah pengalaman tim menghubungkan sistem lama ke jalur stablecoin, dan menegaskan bahwa ketika agen mulai memindahkan uang, sambungan ke bank, jaringan pembayaran, serta sistem kepatuhan justru menjadi semakin penting, bukan berkurang.
Gambaran permintaan datang dari riset PYMNTS Intelligence yang dikutip dalam laporan yang sama. Pada akhir 2025 hanya 7 persen eksekutif yang memakai atau menguji agen, sedangkan tahun ini 89 persen menyatakan sudah memakainya di setidaknya satu bagian bisnis. Namun izinnya masih sempit: 78 persen perusahaan hanya mengizinkan agen membaca sistem tanpa bertindak, 18 persen mengizinkan tindakan dengan persetujuan manusia, dan hanya 2 persen membiarkan agen menjalankan tugas rutin sendiri. Karen Webster dari PYMNTS merangkumnya dengan kalimat yang mudah diingat: agen boleh mencari jadwal penerbangan, tetapi belum boleh memesannya.
Tether sendiri tidak berhenti di satu perusahaan. Pada 15 Oktober 2026, Tether Capital dan HIVEN tercatat ikut dalam putaran pendanaan AIsa, startup pembayaran agen asal San Francisco, dengan total investasi melewati 9 juta dolar. Pola yang terbentuk: penerbit stablecoin terbesar dunia membiayai lapisan yang mengurus izin, identitas, dan kepatuhan agen, bukan agen itu sendiri. Bagi bank, ini isyarat bahwa permintaan berikutnya bukan model yang lebih pintar, melainkan bukti kewenangan agen yang bisa ditunjukkan kepada pengawas. Angka pendapatan atau jumlah nasabah Mural belum dibuka, sehingga besaran bisnisnya belum bisa diukur.
Sumber asli
PYMNTS, 20 Oktober 2026pymnts.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan