Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Pasar & Belanja AI

Saham chip kehilangan 1 triliun dolar AS dalam sepekan, laporan pendapatan Anthropic ikut menekan pasar

Aksi jual saham chip dan memori berlanjut pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan kapitalisasi perusahaan terbesar di sektor itu berkurang lebih dari 1 triliun dolar AS sepanjang pekan. Indeks semikonduktor Philadelphia turun 12 persen dari puncak awal Oktober dan mencatat rentetan penurunan terburuk sejak Mei 2025. Laporan pendapatan kuartal September Anthropic sebesar 16,8 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan melambat, menjadi salah satu pemicu kekhawatiran.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Pasar & Belanja AI: Saham chip kehilangan 1 triliun dolar AS dalam sepekan, laporan pendapatan Anthropic ikut menekan pasar
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Tekanan terhadap saham-saham kecerdasan artifisial berlanjut pada Kamis, 15 Oktober 2026. Menurut Business Insider, investor kembali melepas saham chip dan memori sehingga nama-nama terbesar di sektor itu kehilangan lebih dari 1 triliun dolar AS kapitalisasi pasar sepanjang pekan. Indeks semikonduktor Philadelphia berada 12 persen di bawah puncak awal Oktober dan menuju hari ketujuh penurunan berturut-turut, rentetan terburuk sejak Mei 2025. Sebuah ETF yang melacak sektor chip bahkan berada di sesi penurunan kedelapan, setelah kehilangan sekitar 12 persen dalam tujuh hari perdagangan sebelumnya.

Guncangan dimulai dari Asia. AP melaporkan indeks Kospi Korea Selatan turun 7,6 persen dan Nikkei 225 Jepang turun 4,9 persen sebelum tekanan berpindah ke Amerika Serikat. Business Insider mencatat SK Hynix jatuh 11 persen dan Samsung Electronics 9 persen. Di Wall Street, Nvidia turun 1,8 persen, Taiwan Semiconductor 1,8 persen, AMD 3 persen, Intel 4 persen, dan Applied Materials 4 persen. Meski begitu, indeks utama Amerika Serikat berbalik menguat: S&P 500 naik 0,33 persen ke 7.744,06 dan Dow Jones naik 556 poin atau 1,08 persen ke 52.177,69, sementara Nasdaq 100 masih turun 0,5 persen.

Ada beberapa penyebab yang saling menumpuk. Pertama, kehati-hatian terhadap valuasi yang sudah sangat tinggi di Korea Selatan, pasar yang berleverage besar, setelah perusahaan chip Tiongkok CXMT menyatakan kemajuan pada arsitektur chip yang lebih padat. Kedua, data inflasi Amerika Serikat yang lebih panas dari perkiraan: inflasi September tumbuh 3,7 persen dari 3,6 persen yang diharapkan, dan harga produsen naik 6,3 persen secara tahunan, tercepat sejak 2022. Pasar kini memberi peluang 92 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga minimal sekali lagi sampai akhir tahun. Imbal hasil obligasi yang tinggi membuat biaya membangun pusat data dan membeli chip jadi lebih mahal.

Faktor ketiga datang dari sisi pelaku industri. MarketWatch melaporkan bahwa pembaruan pendapatan Anthropic kepada investor dalam pertemuan tertutup pada Rabu menjadi sumber kekhawatiran baru. Menurut Financial Times, pendapatan Anthropic mencapai 16,8 miliar dolar AS pada kuartal September, tumbuh hampir 50 persen dibanding kuartal sebelumnya, jauh melambat dari pertumbuhan hampir 145 persen pada kuartal kedua. Perusahaan itu disebut mencatat arus kas positif pada kuartal tersebut. Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai bacaan pasar yang negatif bisa dimengerti, tetapi gambaran sesungguhnya campuran karena pendapatan tetap tumbuh dan penggunaan AI secara umum belum tentu melambat. Bagi pemilik produk, artinya sederhana: biaya dan ketersediaan model berbayar pada kuartal mendatang akan sangat bergantung pada cara pasar membaca angka seperti ini.

Sumber asli

Business Insider, dikuatkan AP dan MarketWatchbusinessinsider.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga