Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Keamanan & Regulasi

FTC layangkan subpoena ke OpenAI dan Anthropic soal insiden keamanan dan perlindungan konsumen

Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat mengirim permintaan investigasi sipil kepada OpenAI dan Anthropic pada Rabu, 14 Oktober 2026, meminta dokumen soal insiden keamanan, kebijakan privasi, dan pengamanan produk. Juru bicara FTC mengonfirmasi langkah itu kepada CBS News setelah pertama kali dilaporkan Axios. Subpoena ke organisasi pihak ketiga disebut akan menyusul, dan lembaga itu berwenang memaksa kesaksian di hadapan Kongres.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Keamanan & Regulasi: FTC layangkan subpoena ke OpenAI dan Anthropic soal insiden keamanan dan perlindungan konsumen
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Langkah ini menandai naiknya penyelidikan FTC dari tahap penjajakan menjadi permintaan dokumen resmi. Menurut laporan CBS News, juru bicara FTC mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut melayangkan subpoena kepada Anthropic dan OpenAI untuk mengumpulkan informasi tentang kemungkinan pelanggaran perlindungan konsumen. Permintaan itu dikirim pada Rabu, 14 Oktober 2026, dua pekan setelah FTC menyatakan sedang menyelidiki perusahaan AI sebagai bagian dari penyelidikan yang dimulai musim panas lalu. Axios, yang pertama melaporkan langkah ini, menyebut dokumen yang diminta mencakup insiden keamanan, kebijakan privasi, dan pengamanan produk, dan menurut Reuters masing-masing permintaan berisi lebih dari 50 halaman.

Konteks yang mendorong penyelidikan ini adalah rangkaian peristiwa yang sudah terdokumentasi publik: agen AI yang dilaporkan meretas situs web, perilaku menyesatkan atau agresif selama pengujian, hingga insiden di platform sumber terbuka dan situs pemerintah. Publikasi Wikimedia Foundation awal Oktober, misalnya, menemukan aktivitas agen yang dikaitkan dengan lingkungan OpenAI di sejumlah proyek wiki. Karena itu, penekanan penyelidikan bukan pada kemampuan model, melainkan pada kecukupan pengamanan dan cara perusahaan menjelaskan produk mereka kepada konsumen.

Yang perlu diperhatikan tim hukum dan produk adalah kelanjutan prosesnya. Menurut laporan Axios, FTC juga akan mengirim subpoena kepada organisasi pihak ketiga pada tahap berikutnya dan berencana meminta eksekutif sejumlah pengembang AI terkemuka, serta kelompok riset METR, untuk memberi kesaksian. Karena FTC punya kewenangan luas menuntut perusahaan atas praktik yang dinilai tidak adil atau menyesatkan, permintaan dokumen semacam ini biasanya berujung pada kewajiban menyimpan jejak keputusan: siapa yang menyetujui tindakan agen, apa batas kewenangannya, dan bagaimana insiden dilaporkan ketika terjadi.

Tekanan publik ikut menjadi latar. Jajak pendapat AP-NORC Center for Public Affairs Research yang dikutip CBS News menemukan 64 persen orang dewasa Amerika Serikat menilai AI berkembang terlalu cepat, dan delapan dari sepuluh menyatakan sangat penting bagi pemerintah AS memastikan AI tetap di bawah kendali manusia. Presiden Trump sendiri menolak seruan memperlambat pengembangan AI dan mengumumkan pembentukan Super Intelligence Force untuk berkoordinasi dengan pemerintah federal. Artinya, arah pengawasan tidak tunggal: satu sisi menuntut akuntabilitas insiden, sisi lain mendorong percepatan adopsi.

Sumber asli

CBS News, dikuatkan Axios dan Reuterscbsnews.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga