DeepSeek pimpin pendanaan awal Winverse AI, valuasi disebut sekitar 400 juta dolar
Bloomberg melaporkan DeepSeek akan memimpin putaran pendanaan pertama Winverse AI, startup robotika asal Hangzhou yang baru berdiri pada 2026, dengan valuasi setelah investasi sekitar 400 juta dolar. Putaran tahap awal bernilai puluhan juta dolar itu juga diikuti Long-Z Investments milik Meituan. Kesepakatan belum final dan rincian seperti valuasi serta komposisi investor masih bisa berubah.
DeepSeek disebut akan memimpin putaran pendanaan pertama Winverse AI, startup berbasis di Hangzhou yang bergerak di bidang kecerdasan artifisial untuk robot dan baru berdiri beberapa bulan lalu. Laporan Bloomberg yang dikutip Investing.com pada Senin, 12 Oktober 2026 menyebut putaran tahap awal itu bernilai puluhan juta dolar, dengan investor lain termasuk Long-Z Investments milik Meituan, dan akan menempatkan valuasi Winverse sekitar 400 juta dolar setelah investasi. Bloomberg menegaskan kesepakatan belum final sehingga angka valuasi maupun daftar investor masih dapat berubah.
Yang membuat langkah ini berarti adalah posisi DeepSeek sebagai pemberi dana, bukan penerima dana. Menurut laporan sebelumnya yang juga dikutip Bloomberg, laboratorium AI itu tengah mengamankan setidaknya 80 miliar yuan atau sekitar 12 miliar dolar pada putaran pendanaan terbarunya, jauh di atas target, menjelang debut pasar pada awal 2027. Sebelum Winverse, DeepSeek sudah membeli 2 persen saham Unitree Robotics pada pencatatan bursa Shanghai untuk bekerja sama pada model embodied intelligence. Langkah ini disebut sebagai salah satu taruhan startup terbesar DeepSeek sejak Liang Wenfeng mendirikan perusahaan itu pada 2023.
Winverse sendiri didirikan pada 2026 oleh Hu Han, yang sebelumnya menjabat ilmuwan utama sekaligus kepala tim visi-bahasa dan model fondasi embodied di Tencent. Ia memegang gelar doktor dari Universitas Tsinghua dan pernah bekerja di Microsoft Research Asia serta Baidu. Kepergiannya dari Tencent bertepatan dengan restrukturisasi tim riset AI perusahaan itu yang bertujuan mengejar DeepSeek dan Moonshot. Kombinasi ini menjelaskan mengapa valuasi setinggi itu bisa muncul untuk perusahaan yang produknya belum dipasarkan: yang dibeli bukan lini produksi, melainkan tim riset yang sudah terbukti.
Konteks pasarnya membantu membaca besar-kecilnya angka ini. China memimpin dunia dalam membuat rangka dan bagian mekanis robot humanoid, posisi yang makin kuat setelah pencatatan Unitree senilai 900 juta dolar pada Agustus. Namun menurut laporan itu, membuat mesin yang cukup pintar untuk merespons ucapan dan menyelesaikan masalah nyata menuntut model AI yang berbeda dari model percakapan seperti ChatGPT atau DeepSeek. Di Amerika Serikat, pesaing di lapisan ini punya valuasi jauh lebih tinggi: Skild AI 14 miliar dolar dan Physical Intelligence 5,6 miliar dolar, dengan dukungan dari kalangan pemimpin teknologi termasuk Nvidia dan Alphabet. Sebaliknya, likuiditas investasi di China lebih tipis sehingga ekosistem Unitree dan sekitarnya terus mencari modal untuk membiayai riset berikutnya.
Bagi pembaca yang membangun produk AI, dua hal pantas dicatat. Pertama, model embodied bukan pasar yang terpisah dari model bahasa: banyak teknik, data, dan talenta berpindah dari satu ke yang lain, sehingga arah rekrutmen dan akuisisi seperti ini biasanya mendahului rilis produk publik satu sampai dua tahun. Kedua, pergeseran belanja ke robotika memperkuat kebutuhan komputasi yang berjalan dekat dengan perangkat, bukan di pusat data besar, dan itu membuat portabilitas model antarchip, termasuk ke akselerator lokal, menjadi keterampilan yang bernilai. Untuk layanan seperti pemrosesan dokumen, konversi berkas, atau transkripsi, taruhan paling aman tetap model kecil yang bisa dijalankan lokal dengan panggilan ke model besar hanya saat benar-benar diperlukan.
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan