FuriosaAI kumpulkan 620 juta dolar Seri D, valuasi naik empat kali jadi 2,9 miliar dolar
FuriosaAI menyelesaikan putaran Seri D senilai 620 juta dolar atau 820 miliar won, dengan valuasi pasca-uang sekitar 2,9 miliar dolar. Dana Negara untuk Pertumbuhan Korea menanam 280 juta dolar sebagai investor terbesar, sementara investor internasional menyumbang 110 juta dolar. Nilai perusahaan naik sekitar empat kali dari 735 juta dolar pada putaran sebelumnya.
FuriosaAI mengumumkan penyelesaian putaran Seri D senilai 620 juta dolar, atau 820 miliar won, dengan valuasi pasca-uang sekitar 2,9 miliar dolar. Perusahaan semikonduktor AI asal Korea Selatan itu menyebut dana baru akan dipakai memperbesar produksi akselerator inferensi RNGD, memperkuat ekosistem perangkat lunak, dan mempercepat pengembangan akselerator generasi ketiga. Menurut Dealroom, angka 2,9 miliar dolar itu sekitar empat kali lipat penanda 735 juta dolar pada putaran sebelumnya, dan putaran ini tercatat sebagai Seri D terbesar yang pernah dihimpun perusahaan semikonduktor Korea Selatan.
Dana Negara untuk Pertumbuhan Korea menjadi investor terbesar dengan 280 juta dolar. Investor internasional menyumbang total 110 juta dolar, dipimpin Infinitum asal Amerika Serikat, dengan partisipasi QUDA Capital Partners dari Singapura, Cisco Investments, NeoFort Holding dari Abu Dhabi, serta Jericho Capital dan Worldline Capital. Pemegang saham lama menambahkan 125 juta dolar, termasuk Korea Development Bank yang menambah 22 juta dolar. Ketiga investor awal, NAVER, DSC Investment, dan KDB Capital, ikut serta lagi; NAVER pada putaran ini diwakili NAVER Ventures.
FuriosaAI didirikan pada 2017 dan merancang unit pemrosesan saraf khusus inferensi. Produksi massal chip RNGD dimulai Januari 2026, dan perusahaan sedang menggarap akselerator generasi ketiga bersama Broadcom. Samsung SDS dan LG AI Research disebut sebagai pelanggan dan mitra, sehingga perusahaan punya jejak komersial yang lebih konkret dibanding banyak startup chip lain. TSMC dijadwalkan memproduksi 20.000 chip RNGD tahun ini dan lebih dari 40.000 unit pada 2027. Chip Broadcom belum diperkirakan menjadi sampel sebelum 2028, jadi eksekusi produksi dan adopsi pelanggan tetap menjadi ujian utama.
Jalan perusahaan tidak selalu mulus. Dealroom mencatat FuriosaAI pernah menolak tawaran akuisisi senilai 800 juta dolar dari Meta pada 2025, memilih tumbuh mandiri dengan harga yang jauh lebih tinggi. Pilihan itu kini terlihat masuk akal bagi investornya, meski skala dana tidak otomatis membuktikan kemampuan bersaing di tingkat pusat data. Bagi pembaca yang menjalankan layanan AI, sinyalnya lebih sederhana: bertambahnya pemasok chip inferensi yang serius berarti harga komputasi berpotensi turun, dan layanan berbasis model bahasa di Indonesia bisa menekan biaya operasional tanpa menaikkan harga ke pelanggan.
Sumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan