Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Ekosistem Agen

JPMorgan tolak agen AI pihak ketiga masuk rekening, Dimon sebut ada pemindahan tanggung jawab

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon menyatakan pada panggilan laba kuartal ketiga, 13 Oktober 2026, bahwa banknya tidak mengizinkan agen AI pihak ketiga seperti Muse milik Meta atau Instinct masuk ke dalam rekening nasabah. Agen masih bisa membaca sebagian data, misalnya saldo, lewat konektor open banking, tetapi tidak bisa memindahkan uang atau membayar tagihan. Dimon menyebut nasabah yang memberi izin kepada agen luar harus paham bahwa ada pemindahan tanggung jawab.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Ekosistem Agen: JPMorgan tolak agen AI pihak ketiga masuk rekening, Dimon sebut ada pemindahan tanggung jawab
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Dalam panggilan laba kuartal ketiga 2026, Jamie Dimon memberi jawaban singkat soal agen AI yang datang dari luar: tidak. Ia menyebut JPMorgan memakai agen AI untuk keperluan internal dan berencana menawarkannya kepada nasabah, tetapi tidak akan membiarkan agen dari perusahaan lain beroperasi di dalam rekening. Alasannya risiko bagi nasabah dan bagi bank; ia menggambarkan potensi agen yang menyimpang dan menyebut jumlahnya bisa mencapai ribuan. Juru bicara bank mengonfirmasi bahwa pihak ketiga saat ini tidak diperbolehkan mengakses rekening dengan memakai kredensial nasabah dan melakukan login atas nama mereka.

Yang masih diizinkan adalah akses baca terbatas. Agen dapat melihat sebagian data seperti saldo melalui penyedia open banking, tetapi tidak bisa mengirim uang atau membayar tagihan - justru dua tindakan yang membuat agen berguna bagi nasabah. Juru bicara bank menyatakan dukungannya terhadap berbagi data yang diotorisasi nasabah melalui penyedia open banking dan berkomitmen memungkinkan koneksi agentik secara aman, namun tidak memberi tenggat kapan aturan itu bisa berubah. Di sisi lain, JPMorgan menjalankan pilot bertarget untuk alat miliknya sendiri, Smart Cash, yang memprediksi arus kas nasabah dan memindahkan dana untuk mengoptimalkan imbal hasil, menurut penjelasan CFO Jeremy Barnum.

Dimon juga menyinggung soal siapa yang menanggung kerugian kalau agen bertindak salah. Ia memakai istilah pemindahan tanggung jawab: nasabah yang mengotorisasi agen luar harus memahami risikonya. Pernyataan itu keluar setelah pasar sempat bergolak pada September, ketika agen Muse milik Meta memuncaki daftar unduhan aplikasi dan memicu kekhawatiran bahwa agen akan memindahkan dana nasabah dari rekening berbunga rendah ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi, sehingga menekan dana murah perbankan. Dengan menutup jalur transaksi, kemampuan agen memindahkan dana secara otomatis memang terbatas, walau agen masih bisa menyarankan nasabah melakukannya sendiri.

Keputusan ini melengkapi gambaran yang muncul sepanjang bulan ini: jalan menuju agen yang bertindak atas nama pengguna sudah terbuka di sisi identitas dan pembayaran, tetapi belum di sisi akuntabilitas. Dua lapisan yang dipisahkan JPMorgan - baca dan tulis - adalah bentuk paling sederhana dari pembatasan kewenangan, dan pola serupa muncul di tempat lain sebagai kontrol izin yang hidup di sistem asal, bukan di dalam model. Untuk tim yang menyiapkan agen layanan pelanggan, urutan kerja yang aman adalah menetapkan lebih dulu apa yang boleh dibaca, apa yang boleh diubah, siapa yang mengonfirmasi perubahan bernilai tinggi, dan bagaimana kewenangan itu dicabut dalam hitungan menit.

Sumber asli

AI Stock Wire mengutip CNBC (13 Oktober 2026), dikuatkan Forbesaistockwire.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga