Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Pasar Indonesia

Indosat luncurkan Intelligence Suite, satu pintu untuk ratusan model AI

PT Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan Indosat Intelligence Suite pada 9 Oktober 2026 di Singapura, platform AI terkelola hasil kerja sama dengan F5 yang menyatukan akses ke banyak model lewat satu API dan satu tagihan. Katalognya memuat Sahabat-AI buatan dalam negeri bersama model global seperti Claude, Gemini, Grok, dan DeepSeek, dengan tiga pilihan skema biaya. Platform ini menyasar perusahaan dan instansi, bukan pengguna rumahan.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Pasar Indonesia: Indosat luncurkan Intelligence Suite, satu pintu untuk ratusan model AI
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

PT Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan Indosat Intelligence Suite pada Jumat, 9 Oktober 2026, di JW Marriott Hotel Singapore South Beach. Platform ini dibangun bersama F5, perusahaan keamanan aplikasi asal Amerika Serikat, dan diposisikan sebagai satu pintu bagi perusahaan yang ingin memakai banyak model AI tanpa harus mendaftar ke setiap penyedia, menyewa GPU sendiri, atau membangun sistem penagihan terpisah. Intinya satu akun, satu API, dan satu tagihan, sementara pemilihan model, keamanan, pencatatan pemakaian, serta penagihan ditangani penyedia. Menurut halaman produk resminya, Indosat menyediakan lima kelompok layanan: komputasi GPU, marketplace model, layanan terkelola, solusi siap pakai per industri, dan keluarga model Sahabat-AI.

Layanan terkelolanya mencakup Model-as-a-Service, Agent-as-a-Service, RAG untuk menjawab dari dokumen perusahaan, guardrails untuk menyaring data pribadi, dan fine-tuning. Solusi per industri menyertakan Learning as a Service, sistem deteksi penipuan, serta AI Customer Care. Sahabat-AI adalah keluarga model bahasa besar terbuka untuk Bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang dijalankan di infrastruktur Indosat di dalam negeri. Alur kerja platform diringkas dalam tiga kata, yaitu Connect, Route, dan Meter: satu antarmuka masuk, pemilihan model yang paling sesuai, lalu pengukuran pemakaian. Untuk model yang di-hosting Indosat, beban kerja dapat diproses di dalam negeri, sedangkan untuk model global perusahaan dapat menetapkan kebijakan beban kerja mana yang boleh dikirim ke luar negeri, dan setiap permintaan tercatat dalam ledger yang bisa diaudit.

Soal katalog dan biaya, ada beberapa angka yang perlu dibaca hati-hati. Rilis pers menyebut lebih dari 300 model AI, tetapi halaman produk dan halaman harga menjelaskan bahwa jumlahnya baru lebih dari 100 model saat peluncuran dengan target lebih dari 300 model dalam rencana pengembangan. Ketika ulasan Mughu ditulis, katalog publiknya menampilkan 55 model, di antaranya Sahabat-AI, Claude Opus 5 dan Sonnet 5, Gemini 3.x, Grok 4.6, DeepSeek V4 Flash, Qwen3, Llama 4, gpt-oss, Mistral, Kimi, dan GLM. Tersedia tiga skema biaya: Pay-As-You-Go, Unified Enterprise Credit, dan Dedicated Capacity dengan harga negosiasi. Tarif resmi per token belum dipublikasikan dan dasbor hanya menampilkan contoh angka. Indosat menargetkan 50 bisnis pada tahap peluncuran dengan harga promosi sepanjang tahun, tetapi besar potongannya belum diumumkan. Platform ini ditujukan untuk bisnis dan instansi, sehingga akses dibuka lewat pengajuan di situs resminya lalu proses onboarding oleh tim Indosat, sementara pengguna umum yang hanya ingin mencoba model berbahasa Indonesia tetap diarahkan ke aplikasi Sahabat-AI yang sudah tersedia gratis.

Presiden Direktur dan CEO IOH Vikram Sinha memakai analogi restoran: pelanggan tidak perlu berbelanja bahan mentah, membangun dapur, lalu belajar memasak sendiri, karena dapur, bahan, dan infrastruktur ditangani Indosat. Ia juga menyebut bahwa Indosat sudah mempresentasikan dampak tahunan sebesar 100 juta dolar AS dari penerapan AI yang tepat kepada dewan direksi, dan membayangkan perusahaan pada 2028 memiliki 5.000 karyawan bersama 25.000 agen AI yang menurutnya harus diperlakukan seperti karyawan, lengkap dengan kebijakan dan batas wewenang. Detik melaporkan rujukan studi 2026 oleh McKinsey, Singapore Economic Development Board, dan Tech in Asia yang menemukan 81 persen perusahaan di enam pasar Asia Tenggara sudah beralih dari tahap eksperimen AI ke pilot atau scaling. Dua klaim yang perlu diingat sebagai klaim perusahaan dan belum diaudit independen adalah angka dampak 100 juta dolar AS per tahun dan target lebih dari 300 model, karena katalog publik saat ini belum mencapai angka tersebut.

Sumber asli

detikINETinet.detik.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga