Oobit buka AI Payments, asisten AI boleh belanja pakai stablecoin lewat kartu sekali pakai
Oobit meluncurkan AI Payments pada 9 Oktober 2026, layanan yang memungkinkan asisten AI membelanjakan stablecoin pengguna, termasuk USDT, melalui kartu sekali pakai yang hanya berlaku untuk satu transaksi. Setiap pembelian tetap harus disetujui pengguna, dan asisten tidak pernah mendapat akses ke saldo maupun kredensial pembayaran utama. Asisten yang disebut sebagai penerima awal layanan ini adalah Muse, Grok, Dots, dan Instinct.
Oobit meluncurkan layanan bernama AI Payments pada 9 Oktober 2026. Layanan ini memungkinkan pengguna menghubungkan akun Oobit ke sebuah asisten AI, lalu memberi izin kepada asisten tersebut untuk membeli, memesan, atau membayar barang dan jasa memakai stablecoin yang mereka simpan, termasuk USDT. Mekanismenya berlapis: asisten tidak pernah menyentuh saldo Oobit maupun kredensial pembayaran utama. Ketika sebuah pembelian siap diselesaikan, asisten mengirim permintaan pembayaran, pengguna mengonfirmasi, lalu Oobit menerbitkan kartu sekali pakai yang hanya tertaut pada transaksi itu. Kartu tersebut yang dipakai di halaman pembayaran, sehingga wewenang membayar terpisah dari akses ke dana.
Menurut perusahaan, dana bisa berasal dari beberapa sumber. Selain stablecoin dan aset digital lain, pengguna di pasar tertentu dapat menambah saldo lewat jalur pembayaran lokal seperti transfer bank, uang seluler, dan sistem seperti Pix. Pendekatan ini membuat belanja yang dipicu AI tidak bergantung pada satu rekening bank atau satu kartu tertentu. Oobit menyatakan satu integrasi sudah cukup untuk membuka akses pembayaran melalui asisten AI bagi pengguna yang memenuhi syarat di lebih dari 75 negara, sehingga pengembang asisten tidak perlu membangun dompet, pemeriksaan identitas, otorisasi pembayaran, dan infrastruktur kartu sendiri. Asisten yang disebut dalam pengumuman sebagai penerima awal adalah Muse, Grok, Dots, dan Instinct. Co-founder dan CEO Oobit, Amram Adar, menyatakan kemampuan membayar seharusnya tidak bergantung pada tempat tinggal pengguna atau jenis kartu bank yang dimilikinya.
Langkah ini bukan yang pertama bagi Oobit. Pada Mei 2026 perusahaan sudah meluncurkan kartu korporat yang bisa diprogram untuk agen AI, dan perilisan AI Payments menandai pergeseran arah dari produk keuangan yang dioperasikan sendiri oleh pengguna menuju infrastruktur pembayaran yang dijalankan AI atas nama mereka. Pola yang dipilih Oobit sejalan dengan arus industri pada awal Oktober 2026. Crossmint merilis perangkat belanja agen yang menyatukan kartu Visa dan Mastercard, Hedera memperkenalkan rekening belanja non-kustodial dengan aturan yang dikunci on-chain, dan jaringan x402 terus tumbuh sebagai jalur pembayaran mesin. Bagi pengguna, keputusan desain yang sama muncul berulang: agen diberi izin yang sempit dan terbatas, sementara kepemilikan dana tetap di tangan manusia.
Tetap ada catatan yang perlu dibaca hati-hati. Peluncuran baru mencakup asisten dan mitra terpilih, dengan integrasi yang lebih luas menyusul, sehingga cakupan nyatanya belum bisa diperiksa dari luar. Oobit tidak merilis volume transaksi, jumlah pengguna aktif, struktur biaya, maupun hasil audit independen. Langkah persetujuan pengguna untuk setiap pembelian juga berarti aliran ini belum sepenuhnya otonom: yang diberikan adalah wewenang belanja terbatas, bukan agen yang mengelola anggaran sendiri. Dari seluruh rilis pembayaran agen pekan ini, pertanyaan yang sama masih menggantung, yaitu siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana dana dikembalikan ketika hasil pembelian tidak sesuai.
Sumber asli
The Paypersthepaypers.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan