Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Pasar & Belanja AI

Dokai, startup AI berpendiri Indonesia, diakuisisi StackBlitz untuk Bolt.new

Startup AI Dokai, yang didirikan talenta Indonesia Gerry Fernando Patia dan Rio Atmadja, diakuisisi StackBlitz, pengembang platform Bolt.new. Nilai transaksi tidak diungkap. Seluruh tim Dokai bergabung ke organisasi AI dan machine learning Bolt.new, sementara teknologi agen AI Dokai masuk ke dalam platform tersebut.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Pasar & Belanja AI: Dokai, startup AI berpendiri Indonesia, diakuisisi StackBlitz untuk Bolt.new
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Startup AI Dokai diakuisisi oleh StackBlitz, perusahaan di balik platform pengembangan aplikasi Bolt.new. Kabar ini dikonfirmasi CNBC Indonesia pada 2 Oktober 2026 melalui salah satu pendiri Dokai, Rio Atmadja. Nilai transaksi akuisisi tidak diungkapkan oleh kedua pihak. Setelah transaksi, tim Dokai bergabung dengan organisasi AI dan machine learning Bolt.new, sedangkan teknologi agen AI Dokai menjadi bagian dari platform Bolt.new.

Menurut Rio Atmadja, teknologi Dokai akan mempertajam kemampuan agen Bolt.new dalam menangani pekerjaan enterprise yang semakin kompleks, sekaligus membantu aplikasi yang dibangun di Bolt.new terhubung dengan sistem yang sudah dipakai pelanggan, mulai dari sistem manajemen pelanggan sampai data internal. Bolt.new sendiri adalah platform pengembangan web full-stack yang memungkinkan pengguna membangun, menjalankan, dan menerbitkan aplikasi dengan instruksi bahasa sehari-hari, dari halaman sederhana dan situs perusahaan sampai aplikasi bisnis yang terhubung ke basis data, portal pelanggan, dasbor internal, dan produk berlangganan. Rio juga menyebut Bolt.new mencapai pendapatan berulang tahunan 20 juta dolar AS hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan.

Laporan media teknologi Indonesia menambahkan bahwa akuisisi ini diumumkan pada 29 September dan menjadi akuisisi pertama Bolt.new. Dokai berbasis di San Francisco dan didirikan dua talenta Indonesia yang membangun karier di Silicon Valley. Gerry Fernando Patia sebelumnya memimpin proyek infrastruktur AI di platform investasi digital Robinhood, sedangkan Rio Atmadja pernah menangani strategi masuk pasar di Carta serta bekerja di Bank of America Merrill Lynch dan First Republic Bank. Pengembangan Dokai didukung investor antara lain Character Capital dan ERA. Agen yang dibangun Dokai dirancang menjalankan alur kerja berulang di dalam perangkat lunak perusahaan, seperti riset calon pelanggan, penentuan prioritas akun, pengayaan data, dan operasi sistem manajemen pelanggan. CEO sekaligus salah satu pendiri Bolt.new, Eric Simons, menyatakan pembeli perusahaan tidak peduli apakah agen tampil bagus saat demo, yang mereka pedulikan adalah apakah agen benar-benar mengerjakan pekerjaan itu setiap hari di dalam sistem yang sudah dipakai.

Bagi ekosistem Indonesia, transaksi ini penting karena dua hal. Pertama, nilai ekonomi dari eksit semacam ini tidak berada di pasar konsumen domestik, melainkan di perangkat pengembang dan otomasi alur kerja, bidang yang bisa dijual ke pasar global sejak hari pertama. Kedua, karena nilai transaksinya tidak diungkap dan tidak ada keterangan resmi soal valuasi, tidak ada angka yang bisa dikutip dari akuisisi ini; yang bisa dipegang adalah konfirmasi pendiri, laporan media nasional, dan keterangan produk bahwa kemampuan pertama hasil teknologi Dokai mulai tersedia bagi pelanggan enterprise pada akhir musim gugur 2026.

Sumber asli

CNBC Indonesia (2 Oktober 2026)cnbcindonesia.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga