Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Keamanan & Regulasi

Coinbase Institute sebut stablecoin rel pembayaran mesin dan minta aturan identitas agen disiapkan

Coinbase Institute menerbitkan makalah berjudul Machine-to-machine payments in the AiFi era yang menyebut agen AI sebagai pelanggan kedua internet dan menilai stablecoin di jaringan berbiaya rendah paling cocok untuk pembayaran mikro mesin ke mesin. Makalah itu menyoroti biaya tetap kartu 0,30 dolar AS yang setara 30.000 persen dari nilai permintaan API 0,001 dolar AS, lalu meminta aturan identitas dan otorisasi agen dibangun tanpa menutup pasar.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Keamanan & Regulasi: Coinbase Institute sebut stablecoin rel pembayaran mesin dan minta aturan identitas agen disiapkan
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Makalah ini diperkenalkan oleh Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, lewat unggahan di X pada 7 Oktober 2026, dan pemberitaannya menyebar pada 8 Oktober 2026 di sejumlah media kripto. Argumen intinya sederhana: agen AI adalah pelanggan kedua internet. Berbeda dari manusia, agen tidak menonton iklan, tidak menjelajah dengan cara yang sama, dan tidak selalu membuat akun di setiap layanan, tetapi ia mengambil informasi, membandingkan layanan, dan menjalankan tugas atas nama penggunanya. Akibatnya, jalur pendapatan lama penerbit, pengembang, dan penyedia data, yaitu iklan, langganan, dan kunjungan manusia, kehilangan sebagian dasarnya, dan muncul kebutuhan menagih per pemakaian.

Bagian yang paling bisa diperiksa adalah hitungan ekonominya. Makalah menyebut biaya tetap pemrosesan sebesar 0,30 dolar AS setara dengan 30.000 persen dari nilai permintaan API yang dihargai 0,001 dolar AS, sehingga biaya tetap itu melampaui nilai transaksinya sendiri. Makalah juga memperkirakan transaksi minimum yang layak lewat jalur konvensional berkisar beberapa dolar sampai lebih dari 10 dolar agar biaya berada di bawah 5 persen dari nilai pembayaran. Perhitungan itu menjadi persoalan begitu satu agen melakukan ratusan atau ribuan permintaan dalam satu tugas.

Sebagai alternatif, Coinbase Institute menunjuk stablecoin di jaringan berbiaya rendah karena biaya jaringan murah, penyelesaian cepat, dapat diprogram, dan bisa dipakai lintas batas. Contoh yang dipakai adalah pembayaran 0,01 USDC di jaringan Base untuk akses data pasar, dengan tanda tangan EIP-3009 transferWithAuthorization, yang disebut selesai dalam sekitar dua detik dan biaya jaringan di bawah 0,001 dolar AS. Makalah juga menegaskan bahwa x402, standar yang memakai kode status HTTP 402 dan lahir di Coinbase, tidak mewajibkan stablecoin, jaringan, maupun penyedia tertentu, sehingga posisinya bukan sekadar promosi satu produk. Yang belum jelas dari contoh ini adalah biaya jaringan persisnya dan apakah dua detik itu finalitas penuh, dan itu memang tidak dirinci.

Di bagian kebijakan, identitas dan otorisasi agen disebut sebagai persoalan yang belum selesai. Usulannya adalah kredensial kriptografis portabel plus batas belanja, supaya agen tidak perlu membuat akun bergaya manusia di setiap layanan, sementara penyedia bisa memeriksa siapa yang mengotorisasi transaksi dan untuk keperluan apa. Rekomendasi kebijakannya: pertahankan ekonomi pembayaran bernilai sangat kecil, bangun kepatuhan pada identitas dan otorisasi, dan hindari aturan yang memaksa pembayaran agen lewat marketplace tertutup, dengan tujuan lapisan pembayaran yang terbuka dan interoperable. Perlu dicatat bahwa ini dokumen advokasi kebijakan sebuah perusahaan, bukan hasil audit independen: makalahnya sendiri mengakui adopsi masih tahap awal, menyebut uji coba Cloudflare dan AWS, dan belum menyertakan angka volume aktual.

Sumber asli

The Crypto Timescryptotimes.io

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga