Ripple gandeng Privy milik Stripe, agen AI bisa pegang dompet sendiri di XRP Ledger
Ripple membawa teknologi dompet dari Privy, perusahaan dompet yang diakuisisi Stripe, ke XRP Ledger sehingga pengembang bisa membuat dompet, menandatangani transaksi, dan mengaktifkan pembayaran x402 tanpa antarmuka dompet terpisah. Perangkat lunak dan agen AI dapat memegang serta membelanjakan dana sendiri, memakai XRP atau stablecoin RLUSD. Kepala rekayasa RippleX menyebut XRP Ledger telah memproses lebih dari 13 juta pembayaran agen atau sekitar 25 persen aktivitas ledger, sementara dasbor t54 mencatat lebih dari 14,4 juta transaksi di 169 merchant dengan nilai penyelesaian yang masih sangat kecil.
Ripple mengumumkan kerja sama dengan Privy, penyedia infrastruktur dompet yang diakuisisi Stripe, untuk membawa dompet terprogram ke XRP Ledger. Pengumuman itu beredar sejak 13 Oktober 2026 dan dilaporkan CoinDesk pada 14 Oktober 2026. Dengan integrasi ini, pengembang bisa membuat dan mengelola dompet XRPL langsung dari dalam produk mereka, menandatangani transaksi, dan mengaktifkan pembayaran lewat x402 tanpa setiap interaksi harus melewati antarmuka dompet yang berdiri sendiri. Dompet tetap mendukung ekspor kunci pribadi atau frasa pemulihan sehingga aset bisa dipindahkan ke dompet lain.
Perubahan paling pentingnya bukan soal pembayaran manusia, melainkan soal siapa yang boleh memegang kunci. Privy menyatakan dompet yang dijalankan dari server perusahaan dapat membuat perangkat lunak menahan dan membelanjakan dana, termasuk lewat x402. Agen yang butuh data berbayar bisa menerima permintaan pembayaran, menandatanganinya, lalu mengambil data setelah pembayaran terverifikasi, tanpa ada orang membuka halaman pembayaran setiap kali. Agen juga bisa memakai XRP atau stablecoin RLUSD milik Ripple sebagai alat bayar untuk sumber daya komputasi, akses API, dan inferensi model AI.
Angka aktivitasnya tumbuh cepat tetapi harus dibaca hati-hati. J. Ayo Akinyele, kepala rekayasa RippleX, mengatakan pada 10 Oktober 2026 bahwa XRP Ledger telah memproses lebih dari 13 juta pembayaran agen lewat x402, atau sekitar 25 persen dari seluruh aktivitas ledger, meski ia tidak menyertakan metode perhitungan angka seperempat itu. Dasbor XRPL AI Hub yang dijalankan pengembang infrastruktur pembayaran t54 mencatat lebih dari 14,4 juta transaksi kumulatif pada 169 merchant terdaftar per 14 Oktober 2026, dengan total penyelesaian hanya sekitar 6.991 XRP dan 12.752 RLUSD. Artinya nilai riil yang berpindah masih sangat kecil dibanding jumlah transaksinya.
CoinDesk juga menyoroti satu detail teknis yang sering terlewat: setiap akun XRP Ledger baru wajib menahan cadangan minimum 1 XRP agar aktif, bahkan kalau akun itu hanya dipakai untuk pembayaran stablecoin. Bagi tim yang ingin menyiapkan ribuan dompet agen, kewajiban itu menjadi pos biaya tersendiri, bukan sekadar urusan teknis. Selain itu, Privy baru merencanakan kontrol kebijakan transaksi dan penajaan biaya gas; dua hal itu masih berupa rencana, belum fitur yang sudah berjalan saat pengumuman.
Pola yang terbaca dari kasus ini adalah pergeseran batas keamanan. Ketika perangkat lunak bisa menandatangani pembayaran sendiri, pengamanan berpindah dari konfirmasi manusia per transaksi ke izin dompet: siapa penerima yang diizinkan, kontrak apa yang boleh dipanggil, dan berapa batas nilai per aksi. Tanpa pembatasan semacam itu, otonomi agen berarti akses penuh ke seluruh saldo dompet. Privy menyatakan infrastrukturnya mendukung pembatasan penerima, kontrak, jendela waktu operasi, dan parameter transaksi, tetapi untuk XRP Ledger fitur itu masih dalam rencana.
Sumber asli
CoinDesk (14 Oktober 2026), dikuatkan Digital Today dan dasbor XRPL AI Hub milik t54coindesk.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan