Agen AI cetak 138 juta pembayaran kripto di Base, Amerika Serikat kendalikan 88 persen pembelian model
Laporan Chainalysis menyebut transaksi kumulatif lewat protokol x402 di jaringan Base melonjak dari sekitar 1.500 transaksi pada pertengahan 2025 menjadi lebih dari 138 juta transaksi pada kuartal ketiga 2026. Lebih dari 87 persen pembayaran bernilai antara 0,0001 dan 0,10 dolar AS, dan dompet yang terhubung ke Amerika Serikat menyumbang 88,1 persen pembayaran inferensi model AI yang bisa dilacak asalnya. Median jarak waktu dari dompet menerima dana pertama sampai pembayaran x402 pertamanya turun dari 73 hari menjadi 18 menit.
Chainalysis merilis laporan berjudul Inside North America's 3 trillion dollar crypto economy: Agentic commerce accelerates pada Rabu, 14 Oktober 2026. Temuan utamanya, jumlah transaksi kumulatif lewat protokol x402 di jaringan Base melonjak dari sekitar 1.500 transaksi pada pertengahan 2025 menjadi lebih dari 138 juta transaksi pada kuartal ketiga 2026. x402 adalah protokol pembayaran yang diinkubasi Coinbase, kini dinaungi yayasan nirlaba Linux Foundation, dan bekerja dengan memakai kode status HTTP 402 Payment Required untuk meminta bayaran sebelum sebuah layanan digital diberikan. Artinya pertumbuhan ini bukan lonjakan percobaan dalam hitungan hari, melainkan pola yang terbentuk selama lebih dari setahun.
Yang dibeli agen-agen itu kebanyakan bukan barang, melainkan bahan baku kerja: akses data terbaru, daya komputasi, layanan inferensi model AI, pencarian, hingga pemeriksaan keamanan kode. Lebih dari 87 persen pembayaran x402 yang dianalisis bernilai antara seperseratus sen dolar AS dan 10 sen dolar AS, yaitu 0,0001 sampai 0,10 dolar AS. Pada ukuran segitu, biaya memproses satu transaksi kartu bisa lebih mahal daripada nilai layanan yang dibeli, sehingga jaringan blockchain dengan biaya nyaris nol menjadi satu-satunya jalur yang masuk akal secara ekonomi.
Peta geografisnya sangat timpang. Dompet yang terhubung ke Amerika Serikat menyumbang 88,1 persen dari seluruh pembayaran inferensi model AI yang bisa dilacak asal wilayahnya, sedangkan dompet yang terhubung ke Tiongkok hanya 0,1 persen. Eric Jardine, kepala riset Chainalysis, menduga salah satu sebabnya adalah pengembang Tiongkok lebih memilih model berbobot terbuka seperti DeepSeek dan Qwen sehingga tidak perlu membeli layanan inferensi berbayar per pemakaian. Sebaliknya, dompet Tiongkok menguasai sekitar 90 persen pembayaran untuk layanan keamanan dan analisis kode, sebagian besar mengarah ke AgentLisa, platform audit kontrak pintar berbasis AI.
Sisi perilakunya juga berubah. Median jarak waktu antara dompet pertama kali menerima dana dan pembayaran x402 pertamanya turun tajam dari 73 hari pada akhir 2025 menjadi 18 menit pada kuartal ketiga 2026. Sekitar dua pertiga dompet baru membelanjakan dana dalam satu jam pertama, dan sekitar 89,3 persen dompet yang pertama kali didanai pada kuartal kedua 2026 menerima tambahan dana dalam 30 hari, naik dari 70,6 persen pada kuartal ketiga 2025. Bagi Chainalysis, pola pengisian ulang itu menandakan adanya pos anggaran yang berulang, bukan sekadar uji coba sekali jalan.
Tetap ada catatan penting. Pada Juli 2026, sekitar 75 juta pembayaran x402 hanya memindahkan sekitar 24 juta dolar AS dalam 30 hari, jumlah yang kecil dibanding nilai yang berpindah di jaringan kartu. Angka transaksi yang besar karena itu belum otomatis berarti nilai ekonomi besar, sebab rata-rata per transaksi memang hanya puluhan sen. Meski begitu, komposisi pengeluaran yang condong ke belanja alat kerja membuat jalur ini lebih dekat ke anggaran operasional perusahaan daripada ke spekulasi token.
Sumber asli
CoinDesk (14 Oktober 2026), dikuatkan Fortune, blog resmi Chainalysis, dan PaymentsJournalcoindesk.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan