Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Decision Model

Microsoft rilis Microsoft-Decision-1, model keputusan berbasis Qwen3.5-9B

Microsoft memperkenalkan Microsoft-Decision-1, model yang tidak menulis teks jawaban melainkan mengembalikan probabilitas terkalibrasi untuk setiap pilihan jawaban yang sudah ditentukan. Model ini dibangun dari basis terbuka Qwen3.5-9B milik Alibaba yang dilatih ulang Microsoft, dan tersedia di Microsoft Foundry serta melalui OpenRouter. Sasaran pemakaiannya adalah perutean, klasifikasi, penentuan prioritas, verifikasi, dan pengendalian alur kerja agen.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Decision Model: Microsoft rilis Microsoft-Decision-1, model keputusan berbasis Qwen3.5-9B
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Microsoft merilis Microsoft-Decision-1 pada 9 Oktober 2026 dan menempatkannya di Microsoft Foundry serta OpenRouter. Perbedaan utamanya dengan model bahasa biasa terletak pada bentuk keluaran: diberi sebuah situasi dan pertanyaan dengan daftar pilihan jawaban yang tetap, model ini mengembalikan probabilitas terkalibrasi untuk setiap pilihan, bukan menghasilkan teks bebas. Dengan begitu hasilnya bisa langsung dipakai sistem lain tanpa perlu mengurai kalimat.

Model ini dibangun dari basis bobot terbuka Qwen3.5-9B milik Alibaba yang dilatih ulang oleh Microsoft. Menurut keterangan perusahaan, data latihnya berasal dari kumpulan data publik yang melewati proses Open Data Microsoft ditambah data sintetis buatan tim internal. Microsoft juga menyatakan akan mengganti basisnya ke model lain di kemudian hari, termasuk model MAI dan model dari OpenAI, sehingga posisinya lebih sebagai lapisan keputusan yang bisa dilepas pasang di atas berbagai basis model.

Sasaran pemakaian yang disebutkan Microsoft cukup spesifik: perutean permintaan ke model atau tim yang tepat, klasifikasi, penentuan prioritas, verifikasi, dan pengendalian alur kerja agen. Model ini juga mendukung abstain eksplisit, artinya ia boleh menjawab tidak dapat ditentukan ketika bukti yang diberikan tidak cukup, dan bisa dipakai untuk menandai konten yang melanggar kebijakan. Pada pengujian keamanan, Microsoft menyebut model ini diuji pada 5.250 permintaan yang mencakup 11 tolok ukur, meliputi konten berbahaya, upaya jailbreak, dan prompt injection, dan dinilai tetap menolak permintaan berbahaya tanpa terlalu sering memblokir permintaan yang wajar.

Menariknya, Microsoft memakai model ini lebih dulu di dalam rumah sendiri. Tim insiden internal memakai AI untuk mengambil pengetahuan yang relevan dari log, sistem tiket, panggilan, dan pesan saat menangani gangguan layanan; menurut Microsoft, Microsoft-Decision-1 tampil lebih baik dan lebih cepat daripada model bahasa besar untuk tugas pengambilan pengetahuan itu. Kasus internal lain yang disebut adalah penilaian relevansi hasil pencarian, klasifikasi dan penyaringan konten, serta pemindaian kode untuk menandai cacat atau pelanggaran kebijakan.

Untuk keperluan praktis, pola ini layak dicoba pada alur kerja yang selama ini bergantung pada model bahasa besar untuk tugas yang sebenarnya hanya butuh jawaban ya atau tidak. Agen layanan pelanggan di perbankan, misalnya, perlu memutuskan apakah sebuah percakapan harus diteruskan ke manusia, apakah suatu permintaan termasuk indikasi penipuan, atau apakah jawaban yang disusun sudah didukung dokumen. Untuk tugas seperti itu, model penilai keputusan jauh lebih murah dan lebih mudah diaudit. Yang tetap perlu dilakukan sebelum dipakai di produksi adalah menguji kalibrasi probabilitasnya pada data sendiri, karena model ini dinilai ulang oleh pembuatnya dan belum tentu cocok dengan pola keluhan atau dokumen lokal.

Sumber asli

Microsoft Command Line (blog resmi), 9 Oktober 2026commandline.microsoft.com

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga