OpenAI dalam pembicaraan ronde 30 miliar dolar AS pada valuasi pra-uang 1,4 triliun dolar AS
OpenAI sedang berbicara dengan sejumlah dana investasi Uni Emirat Arab, termasuk MGX yang berbasis di Abu Dhabi, untuk menambatkan ronde pendanaan minimal 30 miliar dolar AS, menurut orang yang mengetahui pembicaraan itu seperti dilaporkan Bloomberg pada 5 Oktober 2026. Dana-dana UEA membahas kemungkinan menyetor sampai 10 miliar dolar AS secara bersama sebagai satu sindikat, dan BlackRock juga dalam pembicaraan untuk ikut serta. OpenAI menawarkan valuasi pra-uang sekitar 1,4 triliun dolar AS sebagai harga tetap meski belum menunjuk investor utama, dan ronde ini belum tutup sehingga rinciannya masih bisa berubah.
Bloomberg melaporkan pada 5 Oktober 2026 bahwa OpenAI sedang berbicara dengan beberapa dana investasi dari Uni Emirat Arab untuk membantu menambatkan ronde pendanaan sebesar 30 miliar dolar AS. Salah satu pihak yang disebut berada di meja perundingan adalah MGX, perusahaan investasi Abu Dhabi yang dibentuk pada 2024 dengan Mubadala dan G42 sebagai mitra pendiri. Dana-dana UEA itu dilaporkan membahas setoran sampai 10 miliar dolar AS secara bersama dalam bentuk sindikat, sementara BlackRock berdiskusi secara terpisah untuk masuk mendampingi sindikat tersebut. OpenAI dan BlackRock menolak berkomentar, dan MGX tidak menanggapi permintaan keterangan. Karena ronde masih berjalan, ukuran maupun strukturnya masih bisa berubah.
Yang membuat ronde ini tidak biasa adalah urutan negosiasinya. OpenAI menyodorkan valuasi pra-uang sekitar 1,4 triliun dolar AS sebagai angka tetap, padahal belum ada investor utama yang ditunjuk. Dalam praktik ventura, pemimpin ronde biasanya menegosiasikan syarat lebih dulu dan investor lain mengikuti. Angka 1,4 triliun dolar AS itu sekitar 64 persen di atas valuasi yang disandang OpenAI setelah ronde Maret 2026, ketika perusahaan mengumpulkan 122 miliar dolar AS dan dihargai 852 miliar dolar AS termasuk uang baru. Rencana pencatatan saham perdana juga telah didorong mundur paling cepat ke 2027, sehingga modal baru ini masuk selagi perusahaan masih tertutup.
Laporan Bloomberg menyebut beberapa nama lain yang telah didekati, yaitu dana abadi University of California sebagai investor lama, serta Thrive Capital dan Andreessen Horowitz yang disebut mempertimbangkan ikut. Jalur dana Timur Tengah memang sudah jadi pola: MGX pernah masuk ke ronde OpenAI dan Anthropic, dan pada 2026 menghimpun hampir 50 miliar dolar AS untuk mempercepat belanja infrastruktur serta teknologi AI. Kombinasi MGX dan BlackRock juga bukan kebetulan karena keduanya sudah menjalankan kendaraan infrastruktur bersama Microsoft dan Nvidia.
Perlu ditegaskan bahwa belum satu pun pihak mengonfirmasi pembicaraan ini secara terbuka. Angka 30 miliar dolar AS dan 1,4 triliun dolar AS berasal dari sumber anonim yang dikutip Bloomberg, dan ronde dimaksud belum tutup. Bagi pembaca yang memantau biaya model, sinyal yang lebih berguna bukan angka valuasinya melainkan sumber dananya: beban pelatihan serta penyediaan daya komputasi frontier makin banyak ditanggung modal negara dan pengelola aset besar, bukan ventura tahap awal. Konsekuensinya, ruang bersaing yang tersisa untuk tim kecil ada di lapisan produk, integrasi, dan efisiensi biaya per tugas.
Sumber asli
Bloomberg Lawnews.bloomberglaw.comKlaim dalam naskah ini belum dapat dipastikan dari sumber kredibel. Baca dengan hati-hati dan periksa sumber aslinya. Laporkan kesalahan