Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Pasar Indonesia

AMSI luncurkan Protokol GAP: dari 1.565 situs berita, baru 10 persen mengunci pagar untuk bot AI

Asosiasi Media Siber Indonesia meluncurkan laporan dan protokol bernama The Protocol Gap: Indonesia di Indonesia Digital Media Conference 2026 di Surabaya. Riset atas 1.565 situs berita menemukan 74,6 persen sudah memasang robots.txt, tetapi hanya sekitar 10 persen benar-benar memblokir setidaknya satu bot pengambil data.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Pasar Indonesia: AMSI luncurkan Protokol GAP: dari 1.565 situs berita, baru 10 persen mengunci pagar untuk bot AI
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI meluncurkan Protokol GAP: Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya. Peluncuran itu menjadi salah satu sorotan Indonesia Digital Media Conference atau IDMC 2026 yang bertema Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI and Content Creator. Dokumen diserahkan secara simbolis oleh Ika Karlina Idris, Associate Professor pada Program Public Policy and Management Monash University Indonesia, kepada Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika. Protokol ini dimaksudkan sebagai alat bantu bagi perusahaan media untuk memetakan kerentanan situsnya terhadap pengambilan data oleh bot kecerdasan artifisial, sekaligus memperkuat posisi tawar media dalam negosiasi lisensi.

Dalam paparannya, Ika menyebut konten berita sebagai data paling premium yang diburu perusahaan AI. Alasannya, berita selalu baru, sudah terverifikasi, dan memuat informasi lokal yang sulit didapat tanpa peliputan langsung. Masalahnya, nilai itu belum kembali ke pihak yang memproduksinya. Ia mengutip data Cloudflare yang menunjukkan 57,4 persen lalu lintas internet berasal dari bot dan hanya 42,6 persen dari manusia, dengan sebagian bot dijalankan perusahaan teknologi global untuk mengambil data pengembangan layanan AI. Kalimat yang ia pakai cukup gamblang: AMSI punya banyak emas data tetapi tanpa pagar, dan pagar yang sudah dibangun pun tidak dikunci.

Angka itu datang dari riset AMSI atas 1.565 situs berita di Indonesia. Sebanyak 74,6 persen situs sudah memasang robots.txt, berkas yang memberi instruksi kepada bot soal bagian mana yang boleh diakses. Namun dari kelompok tersebut, hanya sekitar 10 persen yang memblokir setidaknya satu bot pengambil data atau scraper. Angka itu memang naik dibanding temuan Juli 2026 yang tercatat 5,8 persen, tetapi tetap berarti sembilan dari sepuluh situs berita membiarkan pintunya terbuka. Bagi pembaca nonteknis, robots.txt hanya semacam papan petunjuk, bukan kunci; tanpa aturan yang tegas dan pemantauan, bot yang tidak menghormati petunjuk tetap masuk dan mengambil isi halaman.

Dari sisi bisnis, Komisioner Dewan Pers Dahlan Dahi menyoroti ketimpangan yang lebih lama. Ia menyebut sekitar 80 persen belanja iklan digital di Indonesia dikuasai tiga platform global, yaitu Google, Meta, dan TikTok, sementara lebih dari 50.000 perusahaan pers berebut sekitar 20 persen sisanya. AMSI sendiri menghimpun 526 perusahaan media siber. Dahlan, yang juga CEO Tribunnews Network, menegaskan bahwa media dan jurnalis tidak boleh lagi menjadi pemasok bahan gratis bagi platform digital, karena jurnalisme menelan waktu, keterampilan, dan biaya yang harus dibayar kembali. Ia mendorong perlindungan hak cipta dan hak ekonomi atas karya jurnalistik sebagai syarat keberlangsungan industri.

Bagi pemilik situs kecil dan pengembang alat, pesan praktisnya bukan menunggu regulasi, melainkan menutup celah yang bisa ditutup hari ini: tulis aturan crawler yang eksplisit, pisahkan jalur untuk bot pengindeks dan bot pengambil data, catat lalu lintas bot di log server, dan siapkan halaman ketentuan lisensi konten. Protokol GAP: Indonesia bisa dibaca sebagai daftar periksa semacam itu, karena tujuannya memetakan titik lemah, bukan hanya menerbitkan pernyataan protes. Isu lisensi AI untuk konten lokal juga akan menentukan apakah media Indonesia mendapat kompensasi atau kembali menjadi pemasok gratis dalam gelombang berikutnya.

Sumber asli

Tribun Jatimjatim.tribunnews.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga