CFTC gelar forum superintelligence pertama, ketua ajukan aturan know-your-agent untuk agen trading
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat menggelar Frontier Forum on Super Intelligence untuk pertama kalinya pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan agenda yang dirilis hari itu juga oleh gugus tugas inovasinya. Ketua Michael S. Selig membuka forum dengan pertanyaan yang belum pernah masuk kerangka regulasi derivatif: apakah pengembang agen trading wajib terdaftar, siapa yang bertanggung jawab bila agen bertindak menyimpang, dan apakah pasar memerlukan pemeriksaan know-your-agent. Ia menegaskan pandangan itu adalah pendapat pribadinya, bukan sikap Komisi.
Gugus tugas inovasi Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menggelar Frontier Forum on Super Intelligence untuk pertama kalinya pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Washington. Agenda forum dirilis pada hari yang sama, dan isinya bukan lagi soal kecepatan model, melainkan soal bagaimana perangkat lunak yang bertindak sendiri harus diperlakukan dalam pasar derivatif yang selama ini dibangun di atas peserta yang bisa diidentifikasi. Ketua CFTC Michael S. Selig membuka forum dengan catatan bahwa Presiden Trump menyebut teknologi ini super intelligence, bukan kecerdasan buatan, karena menurutnya bukan sesuatu yang buatan.
Pertanyaan yang diajukan Selig adalah inti dari seluruh forum. Menurutnya, kerangka CFTC selama ini berdiri di atas peserta pasar dan perantara yang jelas siapa orangnya. Ketika perintah datang dari agen otonom, empat hal menjadi kabur sekaligus: apakah pengembang agen itu ikut tunduk pada kewajiban registrasi, siapa yang bertanggung jawab bila agen bertindak di luar maksud pemiliknya, bagaimana regulator mengetahui atas nama siapa satu agen atau sekumpulan agen bertransaksi, dan apakah pasar memerlukan bentuk baru pemeriksaan pelanggan, yang ia sebut know-your-agent atau KYA. Ia menambahkan bahwa pendekatan CFTC harus tetap berpijak pada fungsi yang dijalankan, kendali yang dimiliki, dan kenyataan ekonomi dari transaksi, bukan pada jenis teknologinya.
Selig menggambarkan pergeseran yang sudah terjadi di lapangan. Aplikasi kecerdasan buatan yang populer kini bisa dihubungkan ke layanan pihak ketiga untuk membaca data pasar dan membantu pengguna mengambil keputusan, sementara sebagian orang mulai menyerahkan kredensial rekening broker dan banknya kepada agen dan membiarkan agen mengelola keuangan mereka. Di sisi lain, rantai blok menyediakan rel bagi agen otonom untuk menyimpan dan memperdagangkan aset kripto tanpa bank, broker, atau perantara lain. Ia juga mengingatkan bahwa pasar sudah pernah mengalami kejutan serupa: Flash Crash Mei 2010, algoritma Knight Capital yang lepas kendali pada Agustus 2012, dan gangguan tajam pada futures Treasury Oktober 2014, yang mendorong usulan Regulasi Automated Trading. Usulan itu tidak pernah final dan menurutnya tidak cocok lagi untuk keadaan sekarang.
Risiko yang ia soroti bersifat teknis dan sulit diatur dengan pengumuman. Sistem yang memakai model serupa berpotensi menghasilkan perilaku trading yang berkorelasi, sehingga satu kesalahan penalaran bisa muncul di banyak agen pada waktu hampir bersamaan. Kecepatan eksekusi agen otonom juga memperpendek jendela bagi pengawas untuk mengenali pola yang tidak wajar. Sebagai sinyal bahwa pembahasan ini bergerak cepat, Selig menyebut permintaan komentar CFTC soal pasar derivatif tenaga komputasi mendapat lebih dari 100 tanggapan, dan pada pekan yang sama pendiri BitMEX Arthur Hayes mengusulkan kontrak futures untuk daya komputasi AI. CFTC juga menjadwalkan meja bundar industri pada 15 Desember 2026 untuk membahas peralihan pasar derivatif ke perdagangan 24 jam. Tidak ada keputusan aturan yang diambil pada forum ini, sehingga yang lahir hari itu baru daftar pertanyaan, bukan kewajiban.
Sumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan