Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Keamanan & Regulasi

Claude temukan 62 celah kritis di Chrome, satu klik cukup untuk lepas dari sandbox

Tim Frontier Red Team Anthropic memakai model riset internal yang belum dirilis untuk mencari celah di perangkat lunak paling banyak dipakai dunia. Hasilnya lima rantai serangan, termasuk eksekusi kode dari satu klik di Chrome yang berujung pada 62 CVE berkategori kritis atau tinggi, semuanya sudah ditambal sejak Chrome 156.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Keamanan & Regulasi: Claude temukan 62 celah kritis di Chrome, satu klik cukup untuk lepas dari sandbox
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Anthropic mempublikasikan temuan tim Frontier Red Team pada 27 Oktober 2026. Model yang dipakai adalah model riset internal yang belum tersedia untuk publik, diberi tugas mencari kerentanan pada perangkat lunak yang dipakai miliaran orang: peramban dan sistem operasi. Dalam laporannya, tim ini menjabarkan lima rantai serangan yang berujung pada eksekusi kode jarak jauh dengan sedikit atau tanpa interaksi pengguna. Setiap temuan dilaporkan ke vendor masing-masing lewat pengungkapan kerentanan terkoordinasi, dengan masa tambal 90 hari ditambah 45 hari sebelum rincian teknis dibuka melebihi isi advis publik.

Rantai pertama menyasar Chrome di macOS. Model menemukan cacat di mesin JavaScript V8 yang memungkinkan halaman berbahaya merusak memori heap, lalu menemukan cacat kedua untuk keluar dari sandbox memori V8 sekaligus mengalahkan ASLR, mengambil alih proses renderer lewat rantai return-oriented programming. Karena renderer masih terkurung sandbox proses, model mencari race condition di CacheStorage untuk membaca memori di luar sandbox dan memetakan proses peramban yang berhak istimewa, lalu memakai use-after-free di FedCM, fitur masuk terpadu Chrome, untuk mengeksekusi kode di luar sandbox. Bukti konsepnya membuka aplikasi Calculator dari Chrome bersih berkonfigurasi bawaan hanya dengan memuat satu halaman. Google menetapkan dan menambal 62 CVE per Chrome 156, semuanya bernilai kritis atau tinggi, mencakup 13 sandbox escape dan 21 cacat yang bisa dipakai menaklukkan renderer.

Rantai kedua menyasar Safari dan bersifat data-only: tidak butuh eksekusi kode, cukup baca-tulis penuh ke memori proses peramban untuk mengubah satu flag keamanan, ukuran objek, dan URL. Hasilnya kebijakan asal sama atau same-origin policy tumbang, sehingga skrip dari situs mana pun bisa membaca riwayat, cookie, dan basis data sesi, lalu mengirim permintaan terautentikasi ke domain lain. Dalam skenario yang dijabarkan, penyerang bisa membaca surel atau melihat saldo rekening bila pengguna sedang masuk. Apple mengakui laporan pada hari yang sama dan menambal. Rantai ketiga membuka kunci ponsel Android yang dicuri: analisis kode sumber, rekayasa balik biner Play services, dan uji langsung di Pixel 9 menghasilkan tiga cacat yang digabung untuk menarik foto lewat USB tanpa membuka kunci. Google sudah menutupnya.

Dua temuan lain menyentuh infrastruktur. Di Windows, model merakit serangan penolakan layanan jarak jauh lewat implementasi QUIC bawaan, tercatat sebagai CVE-2026-33096, dengan perkiraan jutaan server yang mendengarkan di internet bisa dijatuhkan berulang kali. Di Linux, model membuat rantai zero-click lewat multipath TCP yang berakhir pada perintah shell sebagai root, tercatat sebagai CVE-2026-98432 dan sudah ditambal serta di-backport ke semua cabang kernel stabil; pada bukti konsep butuh 48 menit untuk membocorkan penunjuk kernel dan lima menit lagi untuk eksekusi. Anthropic menyimpulkan bahwa kombinasi beberapa cacat menjadi eksploit utuh bukan lagi pekerjaan tim spesialis, karena model kini bisa melakukannya dengan sedikit keterlibatan manusia. Saran mereka: pindai kode setiap pull request, bukan hanya menambal tumpukan temuan lama, dan plugin Claude Code untuk panduan keamanan sudah dirilis publik.

Sumber asli

Anthropic (Frontier Red Team)anthropic.com

Sumber pendukung

Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga