Grok mendominasi perdagangan agen AI di Coinbase dengan pangsa sekitar 60 persen
Data pengembang Coinbase yang dikutip 24/7 Wall St. pada 4 Oktober 2026 menunjukkan Grok, model AI dari xAI, menyumbang sekitar 60 persen aktivitas perdagangan agen di bursa tersebut pada periode 14-21 September. Alat baris perintah buatan pengguna menyusul dengan sekitar 22 persen, Claude 13 persen, Perplexity 3,5 persen, dan ChatGPT hanya sekitar 2 persen. Coinbase tidak membuka aset apa pun yang dibeli para agen itu; yang jelas, pembayaran mereka mengalir lewat standar x402 dengan USDC dan lebih dari 90 persen volume ditangani jaringan Base.
Dunia perdagangan kripto mendapat wajah baru yang tidak manusiawi. Pada 25 September 2026, CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan bahwa Grok, chatbot buatan xAI milik Elon Musk, adalah "klien terkemuka untuk agentic traders di Coinbase saat ini". Data pengembang yang diliput 24/7 Wall St. pada 4 Oktober memperkuat klaim itu: pada pekan 14-21 September, Grok menyumbang sekitar 60 persen aktivitas perdagangan agen AI di bursa terbesar Amerika Serikat itu.
Pangsa itu jauh meninggalkan pesaing. Alat baris perintah yang dirakit sendiri oleh pengguna menempati posisi kedua dengan sekitar 22 persen, disusul Claude dari Anthropic dengan 13 persen, Perplexity 3,5 persen, dan ChatGPT hanya sekitar 2 persen. Fenomena ini bermula dari peluncuran "Coinbase for Agents" pada 11 Juni 2026, layanan yang memberi program AI dompet dan instruksi untuk memperdagangkan kripto serta derivatif dalam batas belanja yang ditetapkan pemiliknya, tanpa persetujuan manusia untuk tiap transaksi. Pada pekan 22 September, layanan itu bahkan diperluas ke saham dan ETF Amerika.
Sisi pembayaran lebih terbuka daripada sisi perdagangannya. Coinbase mengoperasikan standar x402 yang memungkinkan agen membayar situs dan layanan daring secara langsung; sistem ini telah memproses lebih dari 160 juta transaksi, mayoritas berfinal USDC, dengan jaringan Base menangani lebih dari 90 persen volumenya. Namun Coinbase enggan membuka aset apa yang sebenarnya dibeli para agen, sehingga spekulasi seputar token yang dibeli agen tidak berlandaskan data bursa.
Konsentrasi ekstrem pada satu model seperti Grok membawa dua implikasi. Pertama, perilaku pasar bisa bergantung pada kebijakan satu perusahaan AI, sesuatu yang belum pernah terjadi di pasar modal tradisional. Kedua, lalu lintas agen ternyata mengikuti model yang paling mudah diintegrasikan, bukan model yang paling pintar; kualitas integrasi dan biaya tampaknya lebih menentukan daripada benchmark kemampuan.
Untuk pembaca yang membangun produk AI di Indonesia, pesannya praktis: jangan berasumsi pengguna agen akan datang dari banyak penyedia model. Rancang arsitektur agar model dapat ditukar, karena distribusi akses kini ditentukan oleh sedikit pemain besar, dan komposisi itu bisa berubah cepat.
Sumber asli
24/7 Wall St.247wallst.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan