Cysic memindahkan armada GPU dari pembuktian zero-knowledge ke inferensi AI
Jaringan komputasi terdesentralisasi Cysic mengalihkan fokus dari pembuatan bukti zero-knowledge untuk jaringan lapis dua ke inferensi model bahasa besar. Alasannya, permintaan jasa pembuktian menurun dan biaya jaringan lapis dua naik di atas biaya Ethereum. Cysic mengklaim jaringannya telah memproses lebih dari 13 juta transaksi dan menghasilkan lebih dari 10 juta bukti sejak mainnet 24 September 2025.
Cysic, jaringan komputasi terdesentralisasi yang sebelumnya membangun bisnisnya dari pembuatan bukti zero-knowledge bagi jaringan Ethereum lapis dua, mengalihkan fokus ke inferensi AI. Keputusan itu diambil setelah permintaan jasa pembuktian melemah dan biaya transaksi sebagian jaringan lapis dua naik melampaui biaya di Ethereum sendiri. Bukti zero-knowledge adalah tanda kriptografis yang memungkinkan satu pihak membuktikan bahwa sebuah komputasi dikerjakan dengan benar tanpa pihak lain perlu mengulang pekerjaannya, dan jaringan lapis dua bergantung pada bukti semacam itu untuk membungkus transaksi sebelum diselesaikan di Ethereum.
Peralihan ini dimungkinkan karena kedua jenis pekerjaan memakai perangkat yang sama. Menurut CEO Cysic, Leo Fan, rencananya adalah memakai perangkat keras yang sudah ada untuk menjalankan inferensi model bahasa besar, yaitu tahap ketika model yang sudah dilatih benar-benar menjawab permintaan pengguna. Perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan pekerjaan zero-knowledge; Fan menyatakan Cysic masih mengejar target membuktikan blok Ethereum dalam waktu kurang dari delapan detik. Jaringan Cysic sendiri berjalan sebagai lapis satu Proof-of-Compute yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine dan mengoordinasikan tugas untuk kedua jenis beban kerja tersebut.
Dari sisi skala, Cysic menyebut mainnetnya yang aktif sejak 24 September 2025 telah menangani lebih dari 13 juta transaksi dan menghasilkan lebih dari 10 juta bukti zero-knowledge, sebagian dibangun melalui kemitraan dengan Scroll dan Aleo. Jaringan itu mencatat lebih dari 118.000 prover dan 200.000 verifier yang tersebar di sistem terdesentralisasi. Pada sisi teknis, Cysic mengklaim Venus zkVM dan optimasi GPU meningkatkan efisiensi waktu pembuktian lebih dari 9 persen, sementara chip C1 rancangannya sendiri mencapai 1,31 juta fungsi Keccak per detik. Keccak adalah fungsi hash yang menjadi inti Ethereum, sehingga kecepatan di titik itu langsung memengaruhi kecepatan pembuktian.
Untuk beban kerja AI, Cysic menjalankan pasar bernama CyAI di samping pasar ComputeFi yang lebih luas. Pendekatan kepercayaannya cukup pragmatis: alih-alih menghasilkan bukti zero-knowledge penuh untuk setiap tugas AI, CyAI memakai audit statistik acak untuk memeriksa hasil kerja. Fan juga menyoroti tekanan pasokan GPU dari pusat data AI sebagai pendorong minat perusahaan pada perangkat keras khusus. Bagi pasar yang lebih luas, langkah ini menunjukkan pola yang mungkin berulang: infrastruktur komputasi kripto mencari pendapatan dari beban kerja AI yang benar-benar dibayar pelanggan, setelah pendapatan dari insentif token atau dari jasa kripto murni tidak lagi cukup menutup biaya operasional.
Sumber asli
TokenPosttokenpost.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan