Laporan Binance: alat AI internal dipakai peretas menembus dompet 6,34 miliar dolar AS
Laporan awal insiden yang dirilis Binance pada 3 November 2026 menyebut penyerang memakai wawancara kerja palsu, perangkat lunak jahat, dan alat AI internal untuk mencapai layanan penandatanganan dompet. Dampaknya 6,34 miliar dolar AS aset digital, dengan sekitar 2,85 miliar dolar AS sudah dibekukan atau disergap per 3 November. Binance menyatakan menanggung seluruh kerugian dan menyiapkan dana lebih dari 100 persen dari nilai yang hilang.
Binance merilis laporan awal insiden pada 3 November 2026 dan mengonfirmasi bahwa alat AI internal perusahaan menjadi salah satu jalur yang dipakai penyerang untuk memperluas akses di dalam jaringan. Dampak finansialnya mencapai 6,34 miliar dolar AS aset digital, angka yang membuat peristiwa ini disebut sebagai peretasan kripto terbesar yang tercatat. Sampai 3 November, sekitar 2,85 miliar dolar AS dari aset tersebut sudah dibekukan atau disergap, dan Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian dari dana perusahaan serta SAFU, bukan membebankannya kepada pengguna. Perusahaan juga mengklaim telah menyiapkan dana lebih dari 100 persen dari nilai kerugian dan bahwa 98 persen aset token yang terdampak sudah diganti per akhir pekan lalu.
Kronologi yang dipaparkan Binance berjalan berbulan-bulan. Pada Juni 2026, seorang insinyur mengunduh pemasangan Homebrew yang sudah dimodifikasi ketika hendak memasang alat pengodean berbasis AI. Binance mendeteksi keanehan itu, mengganti perangkat, dan merotasi kredensial terkait, tetapi penyerang sudah lebih dulu memetakan insinyur tersebut beserta rekan-rekannya. Pada September, insinyur lain didekati melalui platform pencarian kerja oleh orang yang mengaku wakil perusahaan fiktif. Setelah dua putaran wawancara, kandidat diminta mengunduh tugas pengodean yang ternyata membawa perangkat lunak jahat; malware itu menumpang komponen alat pengembangan yang sah sehingga bisa menjalankan perintah dan berkomunikasi dengan server luar.
Titik balik terjadi pada 20 Oktober. Penyerang memakai komputer yang sudah dikuasai untuk mengeksploitasi alat AI internal dan masuk ke sistem karyawan lain, sekaligus menemukan token izin deployment kontainer yang tersimpan di salah satu perangkat. Pada 29 Oktober, dengan kredensial curian, mereka menjalankan kontainer dan memicu skrip jahat yang menjangkau layanan penandatanganan dompet Binance. Mekanisme EIP-7702 di Ethereum dipakai untuk memberikan hak eksekusi sebagian atas hot wallet kepada kontrak pintar yang dikendalikan penyerang, sehingga transfer bisa berjalan di luar prosedur penarikan normal. Aset yang berpindah antara lain 233,46 juta token XRP dari lima hot wallet, sekitar 970.500 SOL, 44,2 juta OP, 18.270 BTC, dan 2.961,9 ETH, dengan transfer ETH tidak sah terakhir tercatat pada 23.56 UTC 29 Oktober.
Biro Investigasi Federal Amerika Serikat mengatribusikan insiden ini ke Korea Utara, dan Pyongyang membantahnya melalui pernyataan Kim Yo Jong. Binance menyatakan akan menambah investasi pada alat AI untuk mendeteksi ancaman, menggandeng ahli keamanan siber pihak ketiga untuk audit menyeluruh, serta membangun dana riset keamanan. Bagi industri, bagian yang paling perlu dicatat bukan nominalnya, melainkan peran alat AI internal: sebuah sistem yang dirancang membantu pekerjaan sehari-hari memberi penyerang hak istimewa yang cukup untuk menyentuh inti pemindahan nilai. Itu menjelaskan mengapa kontrol atas agen dan asisten internal kini harus diperlakukan sebagai kontrol finansial, lengkap dengan batas wewenang, pencatatan setiap tindakan, dan prosedur pencabutan akses yang diuji, bukan sekadar kebijakan penggunaan yang ditandatangani sekali di awal.
Peristiwa ini juga memperlihatkan bahwa rantai serangan modern tidak memerlukan eksploitasi kontrak pintar yang rumit. Yang dibutuhkan hanyalah satu perangkat karyawan yang terpapar, satu izin berlebih, dan satu alat yang dipercaya. Kombinasi itu cukup untuk melewati prosedur penarikan yang seharusnya menjadi lapisan pengaman terakhir, sehingga pengujian keamanan yang hanya berfokus pada kode kontrak akan melewatkan bagian terbesar risikonya.
Sumber asli
CNBC TV18cnbctv18.comSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan