Vitalik Buterin: keamanan AI bergeser ke model dominasi, dan AI bisa memecahkan kriptografi
Dalam pidato utama Devcon 8 di Mumbai pada 3 November 2026, Vitalik Buterin menyatakan dunia sedang menuju model keamanan AI yang ia sebut dominasi, ketika satu organisasi kuat memegang alat terbaik dan pihak lain tidak mendapatkannya. Ia menawarkan jalur alternatif bernama defensive decentralized acceleration (DAC) yang bertumpu pada perangkat lunak sumber terbuka, perangkat keras terverifikasi, dan bukti kriptografis. Di luar panggung, ia menyatakan kekhawatiran bahwa AI bisa menemukan celah matematis yang memecahkan kriptografi Ethereum dan Bitcoin.
Ethereum co-founder Vitalik Buterin membuka Devcon 8 di Mumbai pada Selasa, 3 November 2026, dengan pidato utama berjudul Open, secure and verifiable paths to a brighter future. Menurut laporan The Crypto Times, ia menyatakan dunia sedang menuju model keamanan AI dominasi, yaitu keyakinan bahwa sebuah pihak aman karena memegang alat terbaik sementara pihak lain tidak boleh memiliki alat apa pun. Ia menegaskan bahwa skenario lain, yaitu memperlambat AI, tidak sedang terjadi: dunia sedang mempercepat.
Buterin menjelaskan bahwa sejak 2023 ia memetakan tiga respons terhadap teknologi yang kuat dan berbahaya. Deselerasi berarti melarang teknologi karena takut; dominasi berarti menaruh semua telur pada satu organisasi kuat yang mengambil alih dan mengendalikan segalanya; sedangkan DAC adalah jalan ketiga. Ia menyebut model dominasi membuat pihak yang tidak punya akses merasa geram dan sangat berhak mencari segala cara untuk mendapatkan alatnya sendiri, lalu menyimpulkan bahwa kalau tidak ada jalan yang lebih baik, dominasi menjadi bawaan.
Alternatif yang ia tawarkan adalah defensive decentralized acceleration: peningkatan keamanan secara agresif di ranah fisik, digital, informasi, dan biologis, dengan penekanan pada pencegahan proaktif alih-alih penegakan setelah kejadian. Buterin menyebut pertanyaan inti setiap model keamanan adalah siapa yang Anda percayai, dan jawabannya adalah keterbukaan serta kemampuan verifikasi: perangkat lunak sumber terbuka, properti keamanan yang diverifikasi formal, lebih sedikit ketergantungan pada pihak tepercaya, dan bukti kriptografis yang memungkinkan pengguna membuktikan fakta tertentu tentang dirinya tanpa membuka data lain. Di sini ia menempatkan zero-knowledge proof dan, dalam banyak kasus, blockchain sebagai alat bantu. Ia juga menyebut perlunya mengatur laju perbatasan: tidak memajukan model frontier begitu cepat sampai pekerjaan defensif tertinggal.
Sehari sebelumnya, Buterin menyampaikan kekhawatiran teknis yang lebih spesifik lewat unggahan di X, seperti dilaporkan BeInCrypto. Ia menunjuk masalah logaritma diskret kurva eliptik (ECDLP), matematika yang melindungi kunci privat Ethereum dan Bitcoin, serta pairing yang dipakai tanda tangan validator Ethereum. Ia menyebut quadratic sieve, algoritma awal 1980-an yang mempercepat pemfaktoran bilangan besar dan melemahkan enkripsi gaya RSA, sebagai pembanding: sampai hari ini belum ada jalan pintas yang diketahui untuk ECDLP, dan justru itu yang ia khawatirkan, AI akan menemukannya lebih dulu. Kekhawatirannya juga mencakup metode berbasis lattice, dasar beberapa standar pascakuantum, sehingga perbaikan yang direncanakan belum tentu menutup semua risiko. Menurut Ethereum Foundation, pidato itu mengaitkan misi Ethereum dengan enam sasaran, dari sistem operasi terverifikasi formal dan silikon terbuka hingga AI yang bisa dipercaya dan komunikasi privat. Devcon 8 berlangsung sampai 6 November 2026.
Sumber asli
The Crypto Timescryptotimes.ioSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan