Coinbase membuka derivatif global 24 jam untuk agen AI lewat mesin Deribit
Coinbase mengumumkan pada 2 November 2026 bahwa perdagangan derivatif global yang ditopang Deribit sudah aktif untuk pedagang yang memenuhi syarat di Coinbase for Agents. Pengguna menghubungkan akun Coinbase ke platform AI pilihan mereka, lalu agen meneliti pasar, menyusun strategi, dan memasang order di dalam batas yang ditetapkan pemilik akun. Penawaran global ini mensyaratkan akun non-Amerika Serikat yang memenuhi syarat dan proses onboarding derivatif, dan persetujuan tiap transaksi bergantung pada aplikasi AI yang dipakai.
Coinbase mengumumkan pada Senin, 2 November 2026, bahwa derivatif global yang dijalankan dengan mesin Deribit sudah aktif bagi pedagang yang memenuhi syarat di Coinbase for Agents. Dalam unggahan resmi di X yang dikutip The Defiant dan Crypto Economy, perusahaan menulis bahwa kontrak perpetual memang berjalan 24 jam, dan kini agen pengguna juga bisa berjalan 24 jam. Pengguna diminta menghubungkan akun Coinbase mereka ke platform AI pilihan, lalu agen dipakai untuk meneliti pasar, menyusun strategi, dan memasang order di dalam batas yang sudah ditetapkan pemilik akun.
Menurut The Defiant, penawaran global ini mensyaratkan akun non-Amerika Serikat yang memenuhi syarat serta proses onboarding derivatif tersendiri, dan persetujuan tiap transaksi bergantung pada aplikasi AI yang dihubungkan. Coinbase for Agents sendiri bukan produk baru; jalur akun khusus agen itu dibuka pada Juni 2026 agar asisten seperti Claude dan ChatGPT bisa membaca data dan mengeksekusi transaksi atas nama pengguna. Integrasi Deribit di sisi Coinbase selesai pada 1 Oktober 2026, dan pada panggilan pendapatan kuartal ketiga, CEO Coinbase Brian Armstrong menyebut integrasi itu menyatukan perpetual, opsi kripto, dan kontrak berjangka bertanggal dalam satu lingkungan.
Crypto Economy menambahkan satu rincian yang membedakan penawaran ini dari sekadar tombol order: lapisan pembayaran mikro. Agen bisa membeli suplai data analitik, metrik waktu nyata, dan strategi perdagangan atas permintaan dengan mendebit nominal kecil dari saldo yang sudah diotorisasi. Pengguna tetap memegang kendali lewat ambang belanja dan izin eksekusi. Laporan itu juga menyebut pertumbuhan volume yang digerakkan agen sekitar 20 persen per pekan menurut pernyataan eksekutif; angka tersebut belum disertai data publik yang bisa diperiksa, sehingga diperlakukan sebagai klaim, bukan temuan.
Yang perlu dicatat, derivatif membawa risiko yang berbeda dari pembelian aset spot: leverage, likuidasi paksa, dan biaya pendanaan berjalan terus-menerus, termasuk saat pemilik akun tidur. Pembatasan berbasis nominal dan izin eksekusi memang mengurangi ruang gerak agen, tetapi riset Cornell Tech dan Yale yang terbit 1 November menunjukkan bahwa batas semacam itu bisa gagal ketika agen punya jalan lain untuk mengubah wewenangnya sendiri. Karena itu pertanyaan praktisnya bukan lagi apakah agen boleh masuk ke pasar derivatif, melainkan siapa yang memegang kunci untuk menghentikannya ketika strategi agen menyimpang, dan apakah jejak persetujuannya bisa diaudit setelah kejadian.
Bagi tim yang sedang merancang agen keuangan internal, urutan yang masuk akal adalah menetapkan wewenang lebih dulu, lalu menguji jalur persetujuan, baru memperluas cakupan instrumen. Coinbase memilih memperluas instrumen lebih dahulu untuk segmen pedagang yang sudah lolos onboarding derivatif, dan pilihan itu wajar secara komersial. Pembaca yang menilai vendor agen sebaiknya menanyakan hal yang sama: apakah batas wewenang ditegakkan oleh sistem, bukan oleh instruksi yang harus diingat model.
Sumber asli
The Defiantthedefiant.ioSumber pendukung
Fakta, angka, nama, dan kutipan dalam naskah ini telah dicocokkan dengan sumber-sumber di atas. Naskah ditulis ulang oleh redaksi, bukan salinan. Laporkan kesalahan