Lewati ke isi

Edisi harian · terbit setiap pagi

Berita AI pilihan, ditulis ulang dalam bahasa Indonesia, setiap pagi.

Kirim tips
Terkini
Ekosistem Agen

Tria buka trading perpetual untuk agen AI lewat kunci khusus yang tidak bisa menarik dana

Tria, platform neofinance self-custodial yang menyebut memiliki lebih dari 600.000 pengguna, meluncurkan fitur Agentic Trading yang menghubungkan Claude, ChatGPT, Codex, dan Cursor ke trading perpetual di Hyperliquid dan Decibel. Agen diberi kunci khusus trading yang bisa dipasangi masa berlaku dan dicabut, tetapi tidak berhak menarik dana. Seluruh keterangan berasal dari siaran pers perusahaan tanpa laporan independen soal volume atau adopsi.

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email
Ilustrasi rubrik Ekosistem Agen: Tria buka trading perpetual untuk agen AI lewat kunci khusus yang tidak bisa menarik dana
Ilustrasi: Jekardah AI News, dibuat otomatis sesuai rubrik.

Tria, platform keuangan mandiri atau self-custodial yang menyatakan melayani lebih dari 600.000 pengguna, mengumumkan fitur bernama Agentic Trading pada 30 Oktober 2026. Fitur itu memungkinkan pengguna menghubungkan alat AI seperti Claude, ChatGPT, Codex, dan Cursor ke eksekusi trading kontrak berjangka perpetual di Hyperliquid dan Decibel, langsung melalui akun Tria yang sudah ada. Inti pemasarannya adalah satu janji: dana tidak perlu dipindahkan ke dompet terpisah yang dikendalikan agen.

Mekanismenya bertumpu pada pemisahan izin. Pengguna memberikan akses lewat kunci trading khusus yang hanya dapat membuka dan menutup posisi yang didukung, dan menurut perusahaan kunci itu tidak bisa dipakai untuk menarik dana. Kunci tersebut dapat diberi masa berlaku, dapat dicabut kapan saja, dan posisi yang dibuka atau ditutup agen tetap terlihat di dalam aplikasi Tria. Pengguna juga menentukan sendiri syarat masuk dan keluar posisi, misalnya instruksi memantau harga Bitcoin, membuka posisi pada titik tertentu, lalu menutupnya saat target tercapai, sehingga tidak perlu memantau grafik sepanjang waktu.

Perusahaan menyebut fitur ini lahir dari permintaan pengguna di beta tertutup. Sebagai konteks, siaran pers mengutip survei Investing.com April 2026 yang menemukan 62 persen investor ritel Amerika Serikat yang disurvei pernah memakai AI untuk membantu keputusan investasi, tetapi hanya 4,5 persen dari mereka yang mencoba memakai algoritma trading otomatis. CEO dan salah satu pendiri Tria, Vijit Katta, menyatakan trader ingin memakai AI tidak hanya untuk menganalisis pasar, tetapi juga untuk mengeksekusi strategi, dengan tetap memegang kendali atas dana dan izin trading.

Yang perlu dibaca dengan hati-hati adalah status informasinya. Seluruh rincian produk berasal dari siaran pers yang disebarkan melalui Chainwire, dan sampai laporan ini disusun belum ada laporan independen mengenai volume, jumlah pengguna aktif fitur ini, atau dampaknya terhadap pendapatan. Ringkasan pihak ketiga yang beredar pun sebagian merupakan ringkasan otomatis atas siaran pers tersebut. Selain itu, pemisahan izin hanya menjawab risiko penarikan: kunci yang tidak boleh menarik dana tetap bisa menghasilkan kerugian trading, dan produk perpetual memang membawa risiko kehilangan jaminan. Perusahaan sendiri mencantumkan peringatan itu dalam pengumumannya.

Meski demikian, desain izinnya relevan untuk ditiru. Pola yang dipakai Tria sejalan dengan arah industri enam bulan terakhir: agen diberi kemampuan sempit, kredensial berumur pendek, batas waktu, dan jalur pencabutan, sementara kustodi aset tetap di tangan pemilik. Untuk tim yang sedang membangun agen layanan pelanggan, agen pembayaran internal, atau otomasi pengadaan, urutan prioritasnya sama, yaitu memisahkan hak baca, hak eksekusi, dan hak pemindahan dana, lalu memastikan setiap lapisan punya batas dan jejak audit sendiri.

Sumber asli

Chainwire (siaran resmi Tria), 30 Oktober 2026chainwire.org

Sumber pendukung

Klaim dalam naskah ini belum dapat dipastikan dari sumber kredibel. Baca dengan hati-hati dan periksa sumber aslinya. Laporkan kesalahan

Bagikan WhatsApp X LinkedIn Telegram Email

Baca juga