Menemukan Indonesia dalam Perbedaan, HAM sebagai Bahasa Perdamaian Anak Muda

in News and Event

JEKARDAH – NEWS & EVENT Sekarang ini anak muda terus dijadikan sebagai target pengembangan gagasan fundamentalisme agama. Di luar itu, banyak anak muda yang memiliki sikap apolitis dan resisten terhadap hak asasi manusia (HAM).

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Agung Putri Astrid Kartika, saat ini semakin besar keprihatinan masyarakat akibat semakin tingginya tingkat intoleransi di kalangan anak-anak muda terhadap kelompok atau orang lain yang berbeda keyakinan atau pilihan di sekitarnya.

Terorisme, aktivitas kampanye politik atau sentimen keagamaan, lanjut Astrid, kini semakin kerap menjadikan anak muda sebagai kendaraan atau obyek untuk menjatuhkan kelompok lain yang berbeda haluan.

“Sehingga, momentum Hari HAM Sedunia ini harus segera diambil untuk mendorong kembali posisi dan peran anak muda agar lebih menghargai perbedaan dan terlibat dalam gerakan-gerakan HAM,” katanya dalam jumpa pers Perayaan Hari HAM Sedunia ke-61 bertema “Menemukan Indonesia dalam Perbedaan, HAM sebagai Bahasa Perdamaian Anak Muda” di TIM,Cikini, Jakarta, Jumat (11/12/09).

Hanya, kata Astrid, perlu “pendekatan berbeda” untuk mendorong dan meluaskan pemahaman dan wacana HAM kepada anak-anak muda di Indonesia. Pendekatan tersebut melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan atmosfir dan gaya hidup anak-anak muda seperti musik atau film, seperti yang digelar oleh ELSAM.

Terkait rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia tersebut, ELSAM akan menggelar pentas musik bertajuk “Menemukan Indonesia dalam Perbedaan, HAM sebagai Bahasa Perdamaian Anak Muda”, yang menampilkan band Superman is Dead dan Technoshit, sebagai puncak acara perayaannya pada Sabtu (12/12) besok di TIM, Jakarta.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan ini diisi dengan lomba debat mahasiswa, pemutaran dan diskusi film, workshop sablon dan mural. “Sebetulnya, kegiatan ini menjadi sebuah kesimpulan dari kegiatan-kegiatan kami melakukan edukasi pemahaman HAM pada anak-anak muda,” ujar Astrid.

(nasional.kompas.com)

Leave a Reply