(LPPJ) menggelar diskusi bertema “Anak Muda Jenuh Dengan Permasalahan Di Jakarta”

in Komunitas, News and Event

JEKARDAH – KOMUNITAS Berbagai polemik yang terjadi di provinsi DKI Jakarta membuat ‘gerah’ sejumlah kalangan anak muda. Sejumlah elemen gerakan anak muda yang tergabung dalam Lingkar Pemilih Pemula Jakarta (LPPJ) menggelar diskusi bertema “Anak Muda Jenuh Dengan Permasalahan Di Jakarta” di Jakarta (15/4).
LPPJ yang tergabung dari berbagai elemen antara lain LISUMA JAKARTA, GMNI JAKARTA RAYA, BADKO HMI JABOTABEKA-BANTEN, LABIRIN JAKARTA, FORSKADE, IKATAN ARTIS FILM INDEPENDEN (IAFI), KOMUNITAS DJ JAKARTA (KDJ), KOMUNITAS CLUBBERS JAKARTA (KCJ), IKATAN GURU MUDA JAKARTA (IGMJ), KOMUNITAS METAL JAKARTA (KOMMET), dan KAMLAKSI ingin memberikan peran nyata bagi kemajuan kota Jakarta dan Indonesia pada umumnya.
“Kita sebagai anak muda Jakarta wajib memiliki peran secara nyata demi mewujudkan kemajuan kota Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar  Ketua Umum BADKO HMI JABOTABEKA-BANTEN yang juga penggagas LPPJ, M Chairul Basyar.
Menurut pria yang akrab disapa Ilung ini, anak muda adalah penentu masa depan bangsa. Untuk itu dirinya mengingatkan agar anak muda tidak banyak mengeluh. ““Kita adalah penentu, kita jangan salah menentukan. Maksudnya kedepan untuk menjawab semua masalah yang ada di DKI Jakarta kita sebagai anak muda Jakarta jangan hanya menunjukkan kekesalan atau kejenuhan kita. Tunjukan dengan aksi-aksi nyata dan aksi nyata itu harus kita wujudkan melalui lingkar yang kita buat ini,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua GMNI Jakarta Raya, Pauluas Nico Posma menyatakan dengan tegas dan kongkrit bahwa LPPJ akan kita dijadikan alat perjuangan anak muda tanpa memandang kelas, status, kelompok, dan lingkungan pergaulan serta hobi. Menurut Paul, ditangan anak muda nasib kota tercinta ini akan berjalan.
“Kita anak muda musti melakukan revolusi yang cantik, dan revolusi tidak musti harus dengan berdarah-darah akan tetapi dengan selalu menghembuskan aspirasi perjuangan yang endingnya adalah penentuan sikap serta arah yang akan kita ambil. Menjadi kewajiban kita bersama untuk mengajak seluruh anak muda Jakarta dari segala kelompok, organisasi, dan komunitas agar bergabung dan berjuang bersama demi mewujudkan serta menjawab kejenuhan kita semua atas masalah yang ada di Jakarta,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Ikatan Artis Film Independen, Masayu Putri mengaku pada awalnya dirinya enggan untuk bergabung dengan LPPJ. Masayu menilai kegiatan yang berbau politik akan memuakan. Namun Masayu kemudian merubah konsep berpikirnya dan memilih bergabung dengan LPPJ dan berjuang sebagai anak mudah Jakarta.
“Aku bosan dengan macet, aku bete dengan banjir, aku juga ga suka dengan istilah-istilah politik apalagi janji-janji manis semua politisi yang selalu bilang kami ahlinya, kami akan carikan solusinya, tapi apa?? Nothing dan omong kosong. Awalnya aku juga bingung ketika ditawarkan bergabung bersama LPPJ, aku pikir ini adalah kegiatan-kegiatan politik yang menurut aku adalah satu hal yang paling memuakkan. Akan tetapi ketika niat dan maksudnya adalah untuk menjawab semua kejenuhanku dan semua warga Jakarta akan masalah yang tak pernah ada jalan keluarnya, so aku pikir kenapa tidak aku bergabung dan berjuang bersama sebagai anak muda Jakarta,” ungkap Masayu.
Koordinator Komunitas Disc Jokey (DJ) Jakarta, DJ Sandy Aldreen tidak menyangka ada banyak anak muda dengan berbagai kelas dan lingkungan mau memikirkan masa depan Jakarta.
“Saya sih tidak terlalu pusing karena aktivitas saya lebih sering di malam hari, akan tetapi kejenuhan sebagai warga Jakarta ternyata tak bisa saya lepaskan dari pemikiran saya. Tidak ada kata lain selain perubahan harus segera kita lakukan dan saatnya anak muda yang berperan karena yang tua-tua hanya memikirkan nasib mereka saja dan mereka hanya akan meninggalkan warisan kosong kepada kita semua,” tukas Sandy.
Agus Harta, Koordinator Komunitas Metal (KOMET) Jakarta mengaku senang ketika komunitas metal diberi kesempatan untuk berbicara masalah kota Jakarta. Selama ini, aku Agus, pihaknya memang jarang untuk membicarakan masalah dan kondisi negara dan kebangsaan.
“Kami sudah geregetan dengan masalah Jakarta, kami pun kini sudah harus bersuara tidak hanya melalui musik melainkan bergabung bersama LPPJ untuk berjuang dan menyingkirkan para pembohong dan pejabat yang selalu kami istilahkan sebagai penjahat kelas berat,” tandas Agus.
Sedangkan Al Akbar, Ketua Umum LISUMA Jakarta menyatakan pihaknya akan secara konsisten bersama teman-teman mencarikan solusi atas masalah di Jakarta.
“Kalau mau kita adu, siapa yang lebih ahli antara kita anak muda dan pemimpin kota kita ini? Saya berani menjawab kita lah ahlinya, kenapa? Karena kita masih memiliki hati nurani dan idealisme, sedangkan mereka ya saya fakir sudah tidak ada sepertinya,” tantang Al Akbar. (Har).

(mitranews.com)

Leave a Reply