Sudahkah Kita Membully Hari Ini?

in Lifestyle

JEKARDAH – Fenomena bullying menjadi hal mengerikan yang sering kali diperlihatkan di berbagai media. Korban pemalakan, korban aksi sok berkuasa senior, sampai pelecehan kepada bawahan dalam lingkup kerja. Bisa kalian lihat sendiri, bullying bisa dilakukan oleh siapa saja dan kepada siapa saja. Oleh orang berpendidikan ataupun kurang berpendidikan sekalipun, oleh yang merasa gaul ataupun remeh sekalipun.

Tapi apakah kalian sadar, ternyata setiap harinya kita membully diri sendiri, orang lain, atau bahkan dibully.

 

   “Hey gendut!”

   “Si item nih!”

   “Eh, ceking!”

   “Badan rata gitu juga…”.

   “Pesek!”

   “Jelek banget sih, lu!”

   “Otak pas-pasan aja belagu.”

    “Kuliah nggak lulus aja mau jadi pengusaha.”

    “Siapa sih, lo…”

    “Ya, ellah…kerja segitu doang gwe juga bisa…”

 

Itu cuma sedikit dari banyak kalimat yang secara sadar atau tidak sadar keluar dari mulut kita, ataupun ditujukan untuk kita. Memang seringnya kita membully ataupun dibully mengatasnamakan bercanda. Tapi, apa kalian sadar, pengaruh ‘bercandaan’ itu bisa sangat besar bagi psikologis seseorang? Memang sulit disadari, karna kita telah memasuki lingkaran setan.

Mengejek fisik orang lain memang sangat menyenangkan. Menganggap orang lain lebih jelek dari pada kita. Tanpa sadar, kita adalah supporter terbesar dari operasi plastik dan korban produk kecantikan. Kemudian ketika orang-orang tersebut melakukan operasi plastik dan menjadi korban produk kecantikan, kita bully lagi. Tidak berhenti mungkin sampai orang tersebut merasa bunuh diri adalah jalan satu-satunya. Dan sayangnya, setelah mati, mereka masih juga di bully.

Sama halnya dengan meremehkan orang lain dalam hal apapun, dengan harapan kita akan terlihat lebih dari orang yang kita remehkan. Apa benar terlihat lebih? Ternyata sebaliknya, dengan meremehkan dan membully kita telah menunjukkan betapa lemah dan penakutnya kita, juga betapa kita ingin menutupi kekurangan sendiri.

Yap, sering kali, coba kalian amati. Ketika seseorang, atau mungkin kalian ‘hobi’ membully atau meremehkan, ternyata adalah orang yang juga turut merasakan pembully-an. Secara sadar atau tidak sadar, akan melampiaskannya kepada orang lain. Want to feel the power as bullier, mencoba mengobati rasa sakit dibully dengan membully orang lain, membunuh rasa tidak percaya diri karena sering diremehkan dengan meremehkan.

Come on guys! Faktanya, dengan membully, bukannya terlihat pintar atau lebih keren, kita malah terlihat bodoh dan kembali dianggap remeh oleh orang-orang dalam lingkaran hidup kalian! See…lingkaran setan. Sebagai generasi masa kini tentunya kita harus menjadi remaja yang lebih cerdas dalam menyikapi suatu permasalahan hidup. Sedikitnya, kita lebih baik menyadari telah berada dalam lingkaran setan, dan bisa berpikir dua kali saat ingin ‘menjerumuskan’ diri lagi.

Generasi muda yang cerdas adalah yang bisa menghargai orang lain, menghargai pendapat dan perbedaan. Well, hey! Ternyata apa yang kita pelajari waktu SMA dalam PPKN (PKN, Kewarganegaraan, dll) berguna juga, kan?

 

“Sudahkah kalian membully diri hari ini?”

“Sudahkah kalian meremehkan hari ini?”

“Sudahkah kalian membunuh orang-orang terdekat kalian hari ini?”

atau…

“Sudahkan kalian membully diri kalian sendiri hari ini?”

 

(NAD)

Leave a Reply