Remaja Gelar Acara Amal Bantu Anak Jalanan

in Komunitas, slider

JEKARDAH – Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat jumlah anak jalanan yang ada di ibukota mencapai 7.315 anak. Dari jumlah tersebut, hanya 66 persen yang tertangani. Guna membantu pemerintah mengentaskan anak jalanan dari permasalahnnya, sekelompok remaja menggelar acara amal di Bumi Harum Manis Lebak Bulus Jakarta, Sabtu (16/6).

“Kami hanya ingin mereka (anak jalanan) menyadari bahwa masih banyak orang atau kelompok yang masih peduli dengan mereka,” kata Karbella Cindia W, ketua panitia acara amal yang bertemakan God’s Everlasting Love.

Cindi mengatakan anak jalanan masih belum dewasa secara fisik dan psikis, tapi harus menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan melakukan kegiatan yang dapat mendatangkan uang untuk bertahan hidup. Terkadang mereka mendapat tekanan fisik atau mental dari lingkunganya.

“Umumnya mereka berasal dari keluarga yang ekonominya lemah. Anak jalanan tumbuh dan berkembang berlatar kehidupan jalanan dan sangat akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga terkadang membuat mereka berperilaku negatif,” ujar Cindi.

Menurutnya, tak jarang anak jalanan mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya. Mereka sering mendapat penganiayaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Anak jalanan senantiasa berada dalam situasi yang mengancam perkembangan fisik, mental dan sosial, bahkan nyawa mereka.

Sebenarnya, ujar Cindy, anak jalanan hanyalah korban dari masalah keluarga, pergaulan yang salah, serta masih banyak masyarkat lain yang kurang peduli dengan kehidupan mereka.

“Dari acara ini, kami berharap bisa mengetuk pintu hati remaja lainnya. Daripada punya uang untuk belanja barang-barang yang tidak begitu penting, kan lebih baik buat bantu mereka. Kasihan banyak dari anak jalanan ini yang tidak bisa sekolah,” papar Cindi.

Hal serupa dikatakan Moris, panitia di kegiatan tersebut. Sebagian dari mereka, ujarnya, memiliki impian yang luar biasa. Terlihat dari cara mereka menggambarkan berbagai harapan dalam kegiatan tersebut. Seolah beban hidup mereka hilang selama acara ini berlangsung. “Sangat disayangkan bila impian itu hanya tinggal impian, yang mereka pikir mustahil bisa diwujudkan.  Mereka layak untuk dibantu karena suatu saat mereka bisa jadi seorang dokter, polisi dan lain-lain,” ungkap Moris.

Cindi menambahkan, acara ini bisa terselenggara, karena sumbangan dari para donatur yang hampir seluruhnya masih remaja. “Mereka menyumbang benar-benar dari uang jajannya, bahkan ada yang rela tidak jajan juga loh. Dan, kami panitia juga awalnya belum kenal dan belum pernah ketemu sama sekali, ketemunya ya di acara ini,” ujar Cindi.

Sebenarnya banyak cara dan upaya untuk bisa membantu meringankan beban mereka. “Ga akan habis kok uang kita hanya karena membantu adik-adik yang lucu-lucu ini untuk bisa sekolah,” pungkas Cindy

Leave a Reply