Gema Inti, komunitas muda yang Mewujudkan Pluralisme Berlandaskan Pancasila

in Komunitas

JEKARDAH-KOMUNITAS MESKI memiliki darah keturunan Tionghoa, anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas ini sangat peduli dengan kondisi negeri ini. Jangan tanyakan nasionalisme yang mereka miliki. Lewat Generasi Muda Tionghoa Indonesia (Gema Inti) yang didirikan pada pertanghan Agustus lalu, anak-anak muda ini concern dengan kegiatan-kegiatan yang turut membangun negeri ini, tidak melulu fokus pada kegiatan sosial.

“Kami prihatin dengan kondisi generasi muda negeri ini yang hampir tidak peduli lagi dengan kondisi bangsa dan cenderung menjalani pola hidup hedonis. Padahal, di tangan generasi muda inilah bangsa ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih baik,” tukas Hardy Stefanus, Ketua Gema Inti.

Meski memiliki kesibukan masing-masing, anak-anak muda ini kerap berkumpul dan berdiskusi bersama untuk menyusun program atau kegiatan bermanfaat apa yang dapat mereka lakukan. Biasanya, mereka kumpul di sekretariat Gema Inti di Kemayoran atau di bilangan Kelapa Gading. Hasilnya, eksistensi mereka nyata dari sejumlah kegiatan, seperti penyelenggaraan seminar gerakan pemuda hingga berpartisipasi dalam festival kuliner.

Dalam kegiatan tersebut, mereka mengundang 100 pedagang gerobak dan menyerahkan bantuan 10 gerobak untuk pedagang tidak mampu. Tidak hanya itu, mereka juga membekali para pedagang dengan ilmu berbisnis untuk memajukan usaha yang dijalani. Mereka juga aktif di bidang seni-budaya, sosial kemasyarakatan, hingga olahraga.

“Siapa pun boleh bergabung, tidak harus keturunan Tionghoa. Yang penting warga negara Indonesia berusia 18-35 tahun. Mereka dapat bergabung sebagai anggota maupun relawan. Dengan hal ini, semoga dapat terwujud pluralisme berlandaskan Pancasila, namun dikemas secara moderen, fun, dan dapat diterima generasi muda,” pungkas Hardy.

(igading)

Leave a Reply