JEKARDAH - Rizky kehidupan memang selalu berputar bahkan keberuntunganpun akan selalu memihak dan dengan skala waktu tertentu akan berpindah-pindah. Sejak wajahnya menghiasi beberapa layar kaca televisi, kehidupan magician tradisional Pak Tarno yang sempat berprofesi sebagai penjual minyak tanah keliling kini perlahan berubah populer.
Pesulap sekaligus komedian yang mempunyai nama asli Sutarno itu tak hanya kehidupan ekonominya yang kini berubah, namun juga dikabarkan tengah menjalin asmara dengan seorang pramugari.
Ya, Pak Tarno kini tak lagi bersedih karena sempat ditinggal istrinya pergi. Bahkan dia mengaku kekasihnya itu berasal di Riau.
“Pacaran sama pramugari pesawat Garuda, namanya Sri Rahayu, orang Riau, Pekanbaru, Riau,” ungkap Pak Tarno di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat,
Tak hanya itu, pesulap yang pernah ditipu Rp 100 juta oleh manajernya (untuk membeli sebuah mobil) itu pun membeberkan kalau dirinya dan Sri Rahayu telah menjalin kasih selama enam bulan.
“Kenalan di bandara. Sewaktu syuting di sana, diajak ngobrol langsung jadi pacar,” kata dia sembari tersenyum. “Pacarannya kira-kira sudah enam bulan.”
Setelah perjalanan waktu Pesulap Pak Tarno sempat Ditipu Rp 100 Juta, yang sebelumnya pernah bermimpi Punya Mobil Kandas sudah.
Biasa memperdayai penontonnya dengan aksi sulapnya, e.. malah dia sendiri yang terperdaya. Ya, nasib sial itu tengah dialami pesulap yang mendapat julukan “The Master Traditional Magician”, Pak Tarno.
Pesulap berusia 61 tahun itu mengaku ditipu Rp 100 juta oleh supir pribadinya yang sekaligus manajernya. Atas laporannya, Rabu (9/5), kasus tersebut pun kini telah ditangani dari pihak Kepolisian (SPK) Polres Jakarta Utara.
Penipuan itu berawal ketika Pak Tarno mempunyai mimpi untuk memiliki sebuah mobil. Untuk mewujudkannya, dia memercayakan uang ke supirnya, Suri (35), agar membeli mobil tersebut. Pembayaran pun dilakukan dua kali untuk memperingan kondisi ekonominya.
Sebagai DP, Pak Tarno harus membayar sejumlah Rp 100 juta. Pembayaran yang pertama telah dilakukan dengan menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta via Bank Mega Cabang Kelapa Gading. Kemudian, angsuran kedua via transfer ke Bank Mandiri sejumlah Rp 50 juta.
Setelah penantian yang cukup lama, setahun, ternyata mobil barunya tak kunjung datang, malahan supir dan istrinya tiba-tiba menghilang sampai sekarang tak memperlihatkan batang hidung mereka.